Hasil PSIM Jogja vs Madura United: Skor 2-1
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di Bantul. Hasil ini membuat Persis Solo masih punya peluang lolos dari degradasi Liga 1.
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo (depan, 6 kiri) berfoto bersama pengurus PMI dan peserta Temu Karya Relawam PMI, Jumat (7/9/2018)./Ist-PMI DIY
Harianjogja.com, JOGJA-Palang Merah Indonesia (PMI) DIY terus berupaya merangkul pemerintah kabupaten/kota di DIY agar penggantian kantong darah bisa ditanggung dengan dana APBD sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan uang ketika membutuhkan darah. Saat ini baru PMI Sleman yang mendapat persetujuan dari Pemkab Sleman untuk penggantian darah dibantu dengan APBD Sleman 2019 sekitar Rp3,6 miliar.
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo menjelaskan terkait penyediaan darah di PMI pihaknya sedang berupaya memberikan layanan gratis penggantian darah melalui kerjasama dengan setiap kabupaten/kota di DIY. Saat ini yang akan segera berjalan dengan Pemkab Sleman. PMI Sleman telah mengajukan ke Pemkab dan DPRD Sleman untuk mendapatkan persetujuan agar persediaan darah bisa ditanggung melalui APBD. Sehingga masyarakat yang butuh darah selama stok masih ada maka akan digratiskan.
"Karena di masyarakat ada yang leukemia, gagal ginjal ini kan setiap saat harus tranfusi, ada yang sampai jual tanah, rumah kan kasihan, karena dari BPJS hanya satu kantong ditanggungnya, maka dengan ditanggung APBD ini sangat membantu sekali," terangnya di sela-sela pelepasan kontingen PMI DIY dalam Temu Karya Relawan PMI Tingkat Nasional 2018 di Kepatihan, Jumat (7/9/2018).
Gusti Prabu memastikan sudah sekitar 99% baik eksekutif dan legislatif di Sleman menyetujui terkait permohonan PMI agar penggantian darah ditanggung APBD 2019. Harapannya penggunaan dana APBD untuk penggantian kantong darah itu tidak hanya di Sleman namun akan diupayakan di kabupaten/kota lain di DIY. Sehingga masyarakat ketika mendapatkan musibah dan butuh darah maka tidak perlu lagi berfikir soal harus mengeluarkan uang.
"Untuk Sleman ini yang disetujui [ditanggung APBD Sleman] ada 10.000 kantong. Jadi warga yang butuh darah di Sleman akan diberikan secara gratis karena ditanggung Pemkab Sleman," ujarnya.
Saridjan Sekretaris PMI Sleman menambahkan, standar nasional biaya yang dibutuhkan untuk pengantian darah sebesar Rp360.000 per kantong. Dana tersebut bukan untuk jual beli darah, melainkan untuk mengganti kantong dan proses penyimpanan. Karena sudah disetujui menggunakan APBD Sleman 2019 maka warga Sleman yang membutuhkan darah akan diberikan secara gratis. Jika jumlah 10.000 itu ternyata masih kurang pihaknya akan mengajukan permohonan ke Pemkab Sleman lagi.
"Kalau dihitung secara nominal dari 10.000 kantong itu ya sekitar Rp3,6 miliar," ucap di Kepatihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di Bantul. Hasil ini membuat Persis Solo masih punya peluang lolos dari degradasi Liga 1.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
KPAI menerima 426 kasus anak sepanjang Januari-April 2026 dengan dominasi kekerasan fisik, psikis, dan kejahatan seksual.
Kali ini, Astra Motor Yogyakarta hadir dalam kompetisi basket, "Basket in the Mall", yang diselenggarakan di atrium Jogja City Mall (JCM) (14-17/5).
WhatsApp iPhone kini mendukung dua akun dalam satu aplikasi lewat update versi 26.17.76 serta menghadirkan fitur Meta AI dan passkey.