Pemerintah Kudu Lebih Serius Tangani Kasus Bunuh Diri

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Minggu, 09 September 2018 16:20 WIB
Pemerintah Kudu Lebih Serius Tangani Kasus Bunuh Diri

Ilustrasi Bunuh Diri

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul harus lebih serius dalam mencegah terjadinya kasus bunuh diri. Pasalnya dari tahun ke tahun angka bunuh diri di Bumi Handayani masih tergolong tinggi.

Ketua II Yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji), Sigit Purwanto atau kerap disapa Wage mengatakan rata-rata setiap tahun angka bunuh diri di Gunungkidul mencapai 30 kasus. Dari data Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berfokus pada upaya preventif dan promotif kesehatan jiwa masyarakat dan pencegahan bunuh diri itu, sampai bulan September setidaknya sudah tercatat 19 kasus bunuh diri di Gunungkidul.

“Beberapa hari kemarin yang sangat berdekatan jaraknya, ada dua kejadian bunuh diri. Ini sudah urgen. Pemerintah harus segera mengeluarkan peraturan bupati tentang kesehatan jiwa agar ada payung hukumnya jika melakukan kegiatan sosialisasi yang membutuhkan anggaran,” kata Wage, Minggu (9/9/2018).

Dia mengungkapkan sebenarnya rancangan tentang peraturan bupati tersebut sudah pernah coba dibuat. Namun hingga saat ini pihaknya juga belum mengetahui bagaimana perkembangannya.

Untuk mencegah kasus bunuh diri menurut dia perlu dukungan penuh dari pemerintah. Sakit yang dialami hingga bertahun-tahun dan permasalahan ekonomi, menurut Wage adalah pemicu yang sebenarnya bisa dihindari dan dicegah. Salah satunya adalah dengan mengedukasi ke masyarakat agar lebih paham mengatasi tekanan hidup.

Perangkat desa setempat diharapkan juga membantu dengan dorongan pihak Puskesmas atau dinas terkait lainnya, untuk melakukan deteksi dini pencegahan bunuh diri. Peran masyarakat agar tidak menyudutkan anggota keluarga korban bunuh diri, menurut dia juga sangat diperlukan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online