Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ilustrasi kedelai./Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman mendorong petani menanam kedelai. Pemkab bahkan siap memfasilitasi dengan menyediakan benih. Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, mengatakan sebenarnya fasilitas untuk menanam kedelai sudah ada. Pemerintah juga siap memberikan benih kedelai unggulan agar bisa ditanam sebagai tanaman sela (antara padi dan padi). Selama ini, petani terus menggantungkan pertaniannya selama tiga kali musim tanam pada padi sehingga produksi kedelai minim.
"Sebetulnya fasilitas sudah ada, tinggal komitmennya petani dan pengrajin tempe. Petani kan prinsipnya hukum ekonomi, selama tidak ada permintaan maka tidak berproduksi [menanam kedelai]. Makanya kalau banyak pengrajin minta [kedelai lokal] maka petani bisa menyediakannya," katanya, belum lama ini. Dorongan tersebut menyusul semakin naiknya harga kedelai impor akibat nilai tukar rupiah yang terus merosot. Kondisi itu membuat komoditas impor, salah satunya kedelai menjadi mahal.
Muslimatun menilai keinginan untuk menanam kedelai harus dimulai secara serentak oleh semua petani di Sleman. Jika tidak, produksinya tidak maksimal dan konsumen yang dalam hal ini adalah pengrajin akan tetap menggantungkan lagi pada kedelai impor.
"Kalau jalan sendiri-sendiri, mungkin awalnya akan untung. Tapi panen yang kedua ketiga dan seterusnya akan rugi. Tampaknya di permulaan akan rugi tapi kalau jaringannya sudah terbentuk akan kuat" katanya.
Ia meyakini jika petani di Sleman memiliki kemauan untuk menanam kedelai serentak maka bisa meningkatkan nilai tukar petani. "Kalau nilai tukar petani naik, anak muda ada greget di dunia pertanian, sehingga mereka juga akan menggerakkan petani untuk saiyeg saeka praya," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.