Wow, Gurita dan Lobster Sekarang Melimpah di Gunungkidul

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Sabtu, 29 September 2018 10:50 WIB
Wow, Gurita dan Lobster Sekarang Melimpah di Gunungkidul

Hasil tangkapan gurita dari nelayan di Pantai Baron./Ist

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Para nelayan di Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, mulai memasuki masa tangkap gurita pada September ini.

Ketua kelompok nelayan Pantai Baron, Sumardi mengungkapkan pada September dan diprediksi hingga Oktober nanti tangkapan gurita akan melimpah.

"Baru banyak memang tangkapan gurita saat ini. Saya kemarin dalam tiga hari bisa mendapat dua kwintal. Termasuk banyak hitungannya itu. Rata-rata nelayan lain juga cukup banyak hasil tangkapannya," kata Sumardi, Jumat (28/9/2018).

Harga hewan laut yang lebih banyak di ekspor tersebut menurutnya masih terbilang standar tidak ada kenaikan ataupun penurunan. "Kalau dari nelayan harganya Rp50.000/kg nya. Standar harga itu," ujarnya.

Untuk menangkap gurita itu, para nelayan membuat alat pancing sendiri. Biasanya kendala yang dihadapi nelayan saat air laut keruh. Untuk posisi gurita biasanya lebih banyak ditemui dipinggiran tebing dekat ombak.

Satu gurita hasil tangkapan para nelayan biasanya memiliki berat yang cukup lumayan. "Ada yang satu gurita itu satu kilogram ada yang mencapai tiga kilogram biasanya di tengah laut itu," katanya.

Selain gurita saat ini hasil tangkapan nelayan yang melimpah yaitu lobster. Sementara saat memasuki musim penghujan nanti diprediksi bawal putih yang akan banyak dengan harga yang tinggi juga.

Salah seorang pengepul gurita di Gunungkidul, Bagong mengungkapkan saat ini memang sedang banyak tangkapan gurita dari nelayan di Gunungkidul.

"Awal mau masuk musim penghujan memang banyak gurita ini. Gurita ini memang lebih banyak diekspor ke luar negeri biasanya Amerika atau Jepang," katanya.

Ia menuturkan untuk gurita yang diekspor ke luar negeri memiliki standar tertentu. Salah satunya dilihat dari kaki gurita. Jika lengan gurita putus lebih dari empat maka tidak laku.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online