40 Penumpang Masih di KM Mutiara Sentosa II, Menunggu Evakuasi
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.
Diskusi publik bertajuk Hoax Busting and Digital Hygiene yang digelar Jumat (5/10/2018)./Harian Jogja-Laurensia Dewi
Harianjogja.com, JOGJA– Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerja sama dengan Google News Initiative memperkenalkan Google Tools sebagai salah satu cara baru dan menyenangkan dalam menangkal hoaks yang beredar di media online atau media sosial.
Google Tools diperkenalkan kepada masyarakat umum melalui kegiatan Halfday Basics Workshop bertajuk Hoax Busting and Digital Hygiene di LPP Garden Hotel pada Jumat (5/10/2018). “Selama ini kita mungkin tahunya [ini berita hoaks atau bukan] lewat browsing, tapi enggak tahu kalau Google ternyata punya tools. Kita pengin ngomong bahwa ada lo teknologi yang mudah dan menyenangkan,” kata Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, Anang Zakaria, Jumat.
AJI ingin menyebarkan pemahaman bahwa arus informasi kini semakin banyak sehingga orang susah memilah mana informasi yang benar dan yang tidak. Dari situlah AJI memiliki kepentingan untuk membagikan pengalaman dalam memilah informasi tersebut, terdapat kebutuhan literasi media.
Dalam setahun, AJI sudah mengadakan seminar serupa baik untuk masyarakat maupun wartawan di berbagai daerah di Indonesia. Harapannya tidak hanya para wartawan saja yang dapat memilah informasi, tetapi masyarakatnya juga bisa. “Mungkin hoaks-nya enggak habis, akan tetap ada, tapi orang semakin sadar oh ini hoaks, ini bukan,” lanjut Anang.
Ada beberapa tips atau tools yang dibagikan untuk menghindarkan kita terhindar dari hoaks, antara lain cek situs, apakah sebuah situs berita tersebut kredibel atau tidak. Pengecekan kredibilitas sebuah situs bisa melalui https://domainbigdata.com/.
Semakin banyak latar belakang situs yang disembunyikan, patut untuk dicurigai. Selain itu melalui detail visual bisa dilihat dari logo yang tercantum apakah media tersebut kredibel atau tidak. Sebab acap kali ditemui, media abal-abal menggunakan nama media mainstream padahal palsu.
Sejumlah media mainstream sejatinya telah menggunakan font khusus baik untuk judul media atau tulian di badan berita agar tidak mudah ditiru media abal-abal.
Terakhir, iklan pop-up, semakin banyak iklan pop-up abal-abal yang muncul patut untuk dicuragi kredibilitas dari situs tersebut.
Selain cara-cara di atas, masih banyak tools yang bisa digunakan untuk mendeteksi apakah sebuah video, gambar dan berita serta situs berita yang diunggah ke media sosial hoaks atau bukan. Tools-tools itu dibagikan dalam sesi diskusi serta cara menggunakannya.
Sejumlah perangkat yang mudah digunakan oleh masyarakat era milenial itu bisa diterapkan terutama oleh pegiat media mainstream untuk memfilter sebuah informasi sebelum dibagikan ke publik.
Kabar hoaks di Indonesia sudah sangat banyak dan mudah sekali tersebar. “Hoaks itu bisa dibuat atau memang sengaja dibuat atau diproduksi. Hoaks tidak terjadi begitu saja,” kata Ketua AJI Medan, Agoez Perdana yang merupakan salah satu trainer Google News Lab tersertifikasi oleh Google.
Di sisi lain, buruknya budaya literasi masyarakat Indonesia memperburuk kecenderungan orang mengonsumsi berita hoaks.
Indonesia menurut data UNESCO tahun 2012, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Di antara 250 juta penduduk hanya sekitar 250.000 orang yang memiliki minat baca. Banyak orang Indonesia yang berkerumun di Internet dan terpapar oleh beragam informasi tanpa literasi yang memadai.
Berdasarkan riset kata dia, sejumlah hal memicu orang mudah teropapar hoaks. Antara lain karena kepercayaan atau keyakinan terhadap suatu hal, misalnya agama dan politik. Fanatisme agama dan politik akan sangat mudah menjerumuskan masyarakat Indonesia terpapar berita hoaks berbau agama atau politik. Sementara di sisi lain, banyaknya populasi warga Indonesia terhubung ke Internet semakin memudahkan warga terjerumus ke dalam hoaks. Data
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) meenyebut hampir 50% warga Indonesia saat ini terhubung ke Internet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.
Harry Kane kembali meraih Sepatu Emas Eropa setelah mencetak 36 gol di Bundesliga musim 2025/2026 bersama Bayern Munich.
Forbes rilis 20 jurusan kuliah dengan peluang kerja terluas 2026. Dari administrasi bisnis hingga kesehatan masyarakat, cek daftar lengkap dan prospek karinya d
Jepang, Australia, Korea Selatan hingga Schengen menjadi negara dengan proses visa yang relatif mudah bagi pemegang paspor Indonesia.
Bursa transfer musim panas Eropa 2026 memasuki fase akhir. Simak jadwal penutupan Premier League, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan Ligue 1.
Survei Pew Research Center menyebut 92 persen warga Indonesia belum pernah ke luar negeri. Faktor ekonomi hingga akses visa jadi penyebab.