RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Simulasi bencana alam, Selasa (3/4/2018). (Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat sekolah siaga bencana (SSB) di Bantul baru terbentuk di 11 titik. Jumlah itu jelas belum seberapa jika dibandingkan dengan posisi Bantul sebagai salah satu daerah yang rawan bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bantul Irawan Kurnianto mengatakan sekolah siaga bencana yang sudah terbentuk di Bantul masing-masing adalah SMP 2 Imogiri, SD 2 Parangtritis, SMA 1 Kretek, SD IT Ar-Raihan, SMA 2 Bantul, SMK 1 Sanden, SMP 1 Pandak, SD 1 Trirenggo, SMP 2 Dlingo, SMP 2 Kretek, dan SD Unggulan Aisyiyah Bantul.
Jika menilik rekam jejak gempa 2006 lalu, kata dia, semua sekolah di Bantul terdmpak dan masuk daerah rawan bencana. Dia mengakui belum semua sekolah ditetapkan menjadi sekolah siaga karena terkendala beberapa hal, di antaranya sumber daya manusia, dan sarana prasarana di sekolah. "Kalau dari BPBD siap untuk melatih dengan SDM yang ada. Namun banyak sekolah yang belum siap dilatih," kata Irawan, Sabtu (6/10/2018).
Syarat minimal yang harus dimiliki sekolah, misalnya ketersediaan alat-alat pertolongan pertama kecelakaan atau P3K, ketersediaan alat pemadam kebakaran yang standar, dan lokasi evakuasi. Selain itu juga kendalam dalam anggaran.
Selama ini sumber anggaran untuk menetapkan SSB tidak hanya dari APBD Bantul, namun APBD DIY. Ada juga dana dari bank dunia. BPBD setiap tahun menganggarkan untuk membentuk minimal dua SSB. Bahkan mulai tahun depan pihaknya mengusulkan lima sekolah siaga bencana terbentuk dalam setahun.
Irawan menambahkan, selain ancaman gempa bumi, setiap sekolah di Bantul juga memiliki ancaman berbeda-beda, "Yang di pesisir rawan ancaman tsunami, timur rawan longsor dan kekeringan, tengah rawan banjir, dan barat rawan bencana angin ribut," kata dia.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto menyatakan semua sekolah di Bantul rawan bencana dan tidak memungkinkan untuk direlokasi karena butuh anggaran tidak sedikit. Yang perlu dilakukan adalah pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Selain pelatihan di sekolah, BPBD juga membentuk desa-desa tangga bencana atau Destana. Sampai Oktober tahun ini sudah 28 desa ditetapkan sebagai destana. Jumlah tersebut akan terus bertambah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 15 September 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur, mulai 05.05 hingga 22.35 WIB.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, serta biaya perpanjangan SIM A dan SIM C.
KPK menyebut Summarecon diduga terkait OTT dalam pengurusan HGB di Kabupaten Bogor yang menangkap 17 orang.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Selasa 15 September 2026 tersedia ke 5 tujuan dengan tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 hingga September.