Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Kirab Kereta Kuda mengawali kirab budaya memperingati Hari Jadi ke-72 Desa Sumbermulyo di lapangan desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, Senin (8/10/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro menggelar kirab budaya untuk memperingati Hari Jadi ke-72, Senin (8/10/2018). Kirab ini digelar juga untuk memperat persaudaraan warga di 16 dusun.
Acara kirab budaya ini berjalan dengan meriah karena menyedot antusiasme warga sekitar. Selain Bupati Bantul Suharsono, acara itu juga dihadiri anggota DPR RI Gandung Pardiman, Anggota DPRD DIY dan Anggota DPRD Kabupaten Bantul.
Wakil Ketua Panitia Ulang Tahun Desa Sumbermulyo, Ronggowarsito mengatakan berdirinya Desa Sumbermulyo memiliki sejarah panjang, sejak zaman kemerdekaan. Menurut dia, desa ini berdiri merupakan penggabungan dari empat kelurahan, yakni Bondalem, Gersik, Lipuro dan Kaligondang. “Dulu ada penyatuan dan empat kelurahan ini sepakat dan mendirikan desa Sumbermulyo pada 8 Oktober 1946 lalu,” kata Warsito kepada wartawan, kemarin.
Menurut dia, pelaksanaan kirab budaya merupakan puncak dari peringatan hari jadi. Di dalam perayaan ini ada banyak kegiatan mulai dari lomba bola voli, malam tirakatan hingga kegiatan silahturahmi ke mantan kepala desa yang masih hidup.
Sementara itu, di dalam kirab tidak hanya mengarak 16 gunungan, namun juga menampilkan potensi dari masing-masing dusun. Sebagai contoh di Dusun Plumbungan menampilkan budidaya anggur yang sedang dikembangkan. “Masih banyak lagi karena ada budidaya susu etawa. Selain itu, dalam kirab juga ada bregada dan wayang orang yang tampil,” katanya.
Warsito menuturkan perayaan hari jadi dibagi menjadi dua. Untuk tahun ganjil, kegiatan perayaan dilakukan secara besar-besaran dan kalau di tahun genap perayaan tidak sebesar pada saat tahun ganjil. “Kalau dibanding tahun lalu, perayaan sekarang lebih kecil karena bertepatan dengan pelaksanaan di tahun genap. Hal ini dilakukan untuk menghemat anggaran yang dimiliki, namun apapun itu perayaan tetap meriah,” tutur dia.
Bupati Bantul Suharsono memberikan apresiasi terkait dengan dengan antusias warga dalam menggelar peringatan hari jadi ke-72. Menurut dia, momen ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di antara warga.
“Saya juga berharap kepada masyarakat di Sumbermulyo untuk ikut berpartisipasi dalam program Makaryo Mbangun Deso yang digalakkan Pemkab Bantul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Guterres bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan mendorong dialog untuk mengakhiri konflik. Iran mengajukan proposal buka Selat Hormuz.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.