PPP Kukuhkan DPC dan PAC Se-DIY, Siapkan Regenerasi Jelang Pemilu 2029
PPP mengukuhkan pengurus DPC dan PAC se-DIY untuk memperkuat konsolidasi dan regenerasi menjelang Pemilu 2029.
Aneka makanan kalengan khas Jogja/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Ribuan warisan budaya tak benda (WBTB) di wilayah DIY berpotensi mengalami kepunahan. Pemda DIY mulai mendaftar penetapan WBTB tersebut ke Kemendikbud RI untuk dikembangkan agar tetap lestari di tengah perkembangan teknologi.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan DIY Budi Wibowo menjelaskan sebanyak 64 WBTB milik DIY telah bersertifikat dari Pemerintah Pusat, jumlah itu termasuk yang terbanyak ketimbang provinsi lain, yakni terdiri dari 37 yang disertifikatkan hingga 2017, kemudian selama 2018 telah menyertifikatkan 27 WBTB.
Pemda DIY berupaya mendorong kabupaten dan kota agar turut serta melaporkan WBTB yang berada di wilayahnya sehingga jumlahnya terus bertambah. Penyertifikatan itu, kata Budi, merupakan salah satu perlindungan terhadap WBTB.
Dia memprediksi jumlah WBTB di DIY mencapai ribuan. "Karena apapun itu WBTB ini kan merupakan identitas DIY sehingga harus kita data dan kita lindungi," ujar dia kepada Harianjogja.com, Kamis (11/10/2018).
Budi mengakui berbagai jenis WBTB masih butuh untuk dikembangkan agar diminati dan diketahui masyarakat. Dengan begitu warisan budaya itu tetap bisa bersaing dengan perkembangan di era modern.
Contohnya, WBTB makanan gudeg harus mampu bersaing dengan makanan restoran cepat saji, seperti halnya dolanan benthik bisa harus bisa bersaing dengan gadget yang saat ini banyak dipakai mainan anak-anak. "Iya betul [terancam punah], makanya ini harus dilindungi, pemerintah tidak boleh melepaskan dari institusi pembinanya," ujarnya.
Dia mengatakan pengembangan WBTB tidak sekedar hanya membiarkan ada, namun harus dikemas sedemikian rupa agar bisa dinikmati dan dipasarkan sehingga bisa bermanfaat.
WBTB seperti makanan dan hasil kerajinan mungkin lebih mudah untuk dikemas agar tetap bisa hadir di tengah masyarakat. Namun WBTB seperti dolanan anak dan berbagai jenis cerita rakyat harus butuh sentuhan khusus agar bisa selalu ada di tengah masyarakat.
Dia merencanakan melakukan digital culture. Seperti cerita tradisional panji,tidak hanya diwujudkan dalam buku saja, tetapi harus secara digital.
Padahal, kata dia, dolanan warisan leuluhur memiliki banyak makna, seperti halnya dolanan dakon yang membawa pesan gotong royong, kebersamaan dan harmoni antar-pemainnya. "Beberapa mainan memang sudah dilupaman tetapi harus tetap dikenalkan bahwa ini warisan leluhur," katanya.
Dia mengatakan identifikasi sebenarnya telah dilakukan kabupaten/kota terhadap kebudayaan yang ada termasuk WBTB. Hanya saja terkait perlindungan dan pemanfaatan terhadap warisan budaya tersebut masih perlu ditingkatkan oleh kabupaten/kota.
Pemda DIY menggunakan dana keistimewaan telah membangunkan taman budaya di setiap kabupaten/kota sehingga bisa menjadi tempat mengembangan warisan budaya tersebut.
Budi berpendapat pengembangan WBTB tersebut bisa bermuara pada kesejahteraan masyarakat jika dikemas secara baik. WBTB seni pertunjukan misal bisa dipertontonkan secara khusus kepada masyarakat. Sedangkan WBTB makan tradisional dan beragam suvenir bisa dijual di tempat wisata.
"Tinggal bagaimana mengemas sesuai dengan keinginan wisatawan, sehingga seperti makanan atau suvenir tidak perlu mendatangkan dari luar daerah," tegasnya.
Dua Tempat
Wakil Kepala Dinas Kebudayaan DIY Singgih menambahkan WBTB yang berada di DIY meliputi tradisi atau ekspresi hidup seperti tradisi lisan, seni pertunjukan, praktik sosial, ritual, beragam perayaan, pengetahuan dan praktik tentang alam dan semesta. Selain itu juga pengetahuan dan ketrampilan untuk menghasilkan kerajinan tradisional.
Sebagai upaya pelestarian dan pengembangan karya WBTB, Dinas Kebudayaan DIY akan menyelenggarakan Perayaan Warisan Budaya Tak Benda DIY 2018 pada 12-14 Oktober 2018 di dua tempat, yakni di desa Pleret dan desa Wonokromo, Kabupaten Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PPP mengukuhkan pengurus DPC dan PAC se-DIY untuk memperkuat konsolidasi dan regenerasi menjelang Pemilu 2029.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.