Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Kegiatan SD Kristen Kalam Kudus, saat perayaan HUT ke-262 Kota Jogja, Jumat (12/10/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA—SD Kristen Kalam Kudus menyelenggarakan festival seni dan kuliner tradisional untuk memperingati HUT ke-262 Kota Jogja sekaligus memeperkenalkan budaya Jogja, Jumat (12/10/2018).
Kepala SD Kristen Kalam Kudus, Lily Halim mengatakan kegiatan ini berangkat dari kesadaran SD yang ia pimpin menjadi bagian dari Kota Jogja, di mana hal itu menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan.
Bangga dikarenakan menjadi bagian dari perjalanan panjang sejarah daerah istimewa dan di sisi lain menjadi tantangan sebagai institusi pendidikan merasa bertanggung jawab untuk turut menyumbangkan prestasi dan kualitas tinggi bagi Kota Jogja sebagai kota pendidikan.
“Menyadari hal ini, SD Kristen Kalam Kudus, bertekad melestarikan dan menjunjung tinggi mandat budaya Kota Jogja, selalu berpartisipasi menyelenggarakan peringatan-peringatan hari-hari penting bagi Kota Jogja, salah satunya HUT Jogj,” kata Lily saat ditemui di SD Kristen Kalam Kudus, Jumat (12/10/2018).
Mengusung tema Warna-warni Yogyaku, Tetaplah Istimewa, kegiatan tersebut menyuguhkan penampilan seni dari setiap kelas yang mengeksplorasi budaya Jogja. Ada kelas-kelas yang menampilkan tarian Jawa, gerak dan lagu Jawa, dolanan anak, lagu kreasi baru, bahkan ada lagu Meraih Bintang Asean Games dalam musik Jawa.
Tujuannya adalah agar murid-murid dapat mengekspresikan kreativitas mereka, sekaligus murid-murid dapat belajar mengapresiasi tampilan kelas lain.
"Dalam acara ini tidak dengan sistem lomba. Semua kelas akan diberi apresiasi," ujar dia.
Selain penampilan seni, dalam acara yang melibatkan komite dan orang tua siswa itu diadakan festival kuliner khas Kota Jogja.
Setiap stan tersebut menyajikan satu atau dua jenis makanan ringan atau minuman Jawa, yang dibuat oleh orang tua siswa. Ada yang menyajikan minuman dawet, jenang mutiara, jenang gempol, jenang sumsum, satai kolang kaling, wedang ronde, es cincau hijau, dan wedang secang. Setiap stan juga diwajibkan menunjukkan bahan dasar serta proses pembuatan dan penyajiannya.
Ketua Komite Sekolah Rudy Candra mengharapkan para siswa mengenal budaya Jogja. Selain itu dengan pertunjukan seni diharapkan anak berani tampil di hadapan umum.
Untuk festival kuliner, minuman yang disajikan merupakan buatan orang tua siswa. "Anak jadi kenal makanan atau minuman tradisional, karena mungkin mereka sudah jarang menemukan," katanya.
Salah satu orang tua, Joice menilai kegiatan tersebut sangat positif tidak hanya bagi anak untuk kenal budaya Jogja namun bagi orang tua juga.
"Orang tua yang buat makanan minuman tradisional ini jadi kenal juga tahu cara membuatnya," ujar Joice.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.