Produksi Padi di Bantul Terganggu Akibat Kemarau Panjang

Salsabila Annisa Azmi
Salsabila Annisa Azmi Minggu, 21 Oktober 2018 11:50 WIB
Produksi Padi di Bantul Terganggu Akibat Kemarau Panjang

Ilustrasi Panen padi/JIBI

Harianjogja.com, BANTUL – Jadwal tanam padi pada musim hujan (MH) 1 di Bantul diprediksi mundur akibat kemarau panjang. Musim tanam diperkirakan dimulai pada akhir Oktober atau mundur sebulan.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Pulung Haryadi mengatakan seharusnya awal Oktober merupakan masa tanam padi MH 1. Namun karena musim kemarau berkepanjangan, sekitar 6.000 hektare lahan padi di Bantul tidak bisa ditanami padi.

"Musim tanam MH 1 mundur satu bulan, akan berpengaruh pada produksi padi tahun ini. Produksi akan mundur," kata Pulung, Sabtu (20/10/2018).

Pulung mengatakan, seandainya awal Oktober hujan turun, produksi panen sudah bisa dinikmati pada Desember. Namun apabila hingga akhir Oktober tidak kunjung turun hujan, panen diprediksi baru bisa terjadi Januari.

Meskipun begitu Pulung optimistis keadaan ini tidak mempengaruhi pasokan padi di Bantul.

Setiap bulan kata dia, warga Bantul hanya memerlukan hasil panen seluas 1.250 hektare. Surplus panen padi selalu didapatkan tiap bulan sekitar 2.500 ton dari keseluruhan panen. "Kalau nanti terjadi kemunduran produksi panen, kita masih ada stok panen tahun lalu," kata Pulung.

Pulung mengimbau para petani agar menyiapkan pola tanam. Petani jangan sampai tergesa-gesa menanam padi di tengah curah hujan yang tidak konsisten. Oleh karena itu, menanam palawija dirasa lebih aman untuk saat ini.

Terkait lahan kekeringan, Pulung mengklaim sejauh ini belum ada laporan. Ia juga mengimbau petani untuk aktif memantau laporan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Tujuannya untuk menentukan jenis tanaman dan pola tanam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online