AI Muse Tembus 1,8 Juta Unduhan, Ini Keunggulannya
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Salah seorang petani menunjukkan hamparan tanaman padi di wilayah Timbulharjo, Sewon, Bantul yang terancam gagal panen, Kamis (25/10/2018)./Harian Jogja- Fita Ayu Fidiyawati (M121)
Harianjogja.com, BANTUL- Musim kemarau yang tak kunjung usai mengakibatkan tanaman padi di daerah Timbulharjo, Sewon, Bantul terancam gagal panen. Petani yang menanam padi sejak awal Oktober tersebut salah memperkirakan waktu tanam karena kemarau tahun ini ternyata lebih panjang dari biasanya.
Di Bulak Cangkring Malang, Mriyan, Timbulharjo, Sewon, lahan seluas empat hektare yang ditanami padi banyak yang mengalami gagal panen.
Imam, salah satu petani pemilik lahan seluas 900 meter persegi di area tersebut mengungkapkan tanamannya gagal panen. Kerugian yang Ia alami kurang lebih sebanyak Rp1,8 juta.
“Jika dihitung dari mulai proses penanaman, seperti membeli bibit, biaya membajak sawah, biaya buruh menanam, biaya air, kerugiannya banyak. Apalagi punya saya ini sudah saya pupuk dua kali. Kalau dijumlah bisa sekitar 1,8 juta bahkan lebih,” ujarnya ditemui Kamis (25/10/2018).
Lahan yang ada di Bulak Cangring Malang tersebut, banyak yang ditanami padi dan tidak hanya sekali. Pada awal Oktober, petani menanam tetapi di pertengahan bulan, padi tersebut gagal panen. Penanaman itu dilakukan karena petani mengira, hujan sudah turun pada Oktober, nyatanya kemarau lebih panjang dari biasanya.
Kemudian dilakukan penanaman lagi. Petani berharap, untuk penanaman kedua kali ini, padi bisa tumbuh dan bisa panen, walaupun kekurangan asupan air.
Di Bulak Jegukan yang berada di perbatasan Timbulharjo dengan Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis juga mengalami kekeringan. Lahan seluas lima hektare yang ditanami padi hanya sekitar satu hektare yang berhasil dipanen, sisanya gagal. Tanaman padi mengering bahkan sebelum berbuah.
Petani di Bulak Jegukan, Basirun, mengatakan, gagal panen dikarenakan musim hujan yang tak kunjung datang sesuai perkiraan petani, menyebabkan tanaman kekurangan air.
“Ini perhitungannya [musim hujan] meleset. Biasanya masa sekarang ini air mudah [sudah musim hujan]. Kalau sekarang air susah, harus menunggu pasokan air,” kata Basirun.
Basirun memiliki lahan sekitar 2.000 meter persegi menambahkan, padinya terancam gagal panen akibat kemarau panjang. Dengan luas lahan yang dimilikinya, Ia memperkirakan kerugian mencapai Rp5 juta. Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan biaya yang sudah dikeluarkan untuk proses produksi.
Sebelumnya, otoritas Dinas Pertanian Pangan Keluatan dan Perikanan Kabupaten Bantul mengumumkan musim tanam untuk musim hujan (MH) pertama tahun ini mundur dari biasanya akibat kemarau panjang. Pemunduran masa tanam untuk mencegah gagal panen karena padi kekurangan air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.