Mau ke Parangtritis dari Malioboro Jogja? Ini Jadwal Bus KSPN Senin 14 September
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 14 September 2026 tersedia mulai pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
Ilustrasi sinden./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menggelar pertunjukan sinden di Concert Hall, Minggu (28/10) malam. Kegiatan bertajuk Gelar Karya Maestro, Napak Tilas Nyi Tjondrolukito Maestro Sinden Tak Biasa itu digelar untuk meneladani kelebihan sosok pesinden Nyi Tjondrolukito.
Dalam kesempatan itu Bremana Laras dan Omah Cangkem dipercaya untuk tampil membawakan beberapa reportoar. Salah satu panitia pementasan Agung Plenthung mengatakan pergelaran itu sekaligus untuk meneladani sang maestro sinden Nyi Tjondrolukito.
Nyi Tjondrolukito adalah legenda pesinden yang sampai sekarang masih terus dikenang. Seniwati itu lahir di Sleman pada tahun 1921 dan meninggal di Jakarta tahun 1997.
Suaranya yang khas, harum, dengan kekayaan wangsalan (tembang dalam karawitan), membuat sosoknya begitu terkenal, bahkan sejak zaman Hindia Belanda.
Nyi Tjondrolukito adalah isteri dari Ki Tjondrolukito, seorang abdi dalem Keraton Jogja yang tak hanya mengajar nada-nada kepada isterinya tetapi juga membaca dan menulis karena Nyi Tjondrolukito sendiri tak pernah sekolah.
Tebaran karya Nyi Tjondrolukito dengan uyon-uyon khas Mataraman didukung sejak bergabung dalam Karawitan RRI Jakarta dan rekaman di banyak perusahaan rekaman. Beberapa karyanya yang adalah gending Kutut Manggung dan Jineman Uler Kambang yang sampai sekarang masih jadi tembang utama yang dibawakan setiap pesinden, terutama dalam pergelaran wayang kulit.
Nyi Tjondrolukito dihormati oleh Presiden Soekarno dan disayangi oleh Presiden Soeharto. Bukan hanya kemerduan suara tetapi dedikasinya kepada seni karawitan. Pernah di masa Presiden Soekarno, Nyi Tjondrolukito diminta pentas di Istana Negara. Begitu melihat tata panggung yang menempatkan tempat duduk pesinden lebih rendah dari penonton, dia pun marah dan menegur pegawai istana.
Menurut Agung, banyak yang bisa dipelajari dari sosok beliau yang selalu berusaha menempatkan musik tradisional sebagai tontonan utama. Bahkan dalam cerita, Nyi Tjondrolukito pernah menolak perintah Presiden Bung Karno karena karawitan dan pesinden tidak diberikan panggung justru musik modern yang diberikan tempat di atas panggung. "Beliau adalah sosok yang luar biasa, istilahnya berani membuat perubahan yang menurut dia benar, sinden harus seperti ini, punya khas tersendiri," katanya, Minggu (28/10) malam.
Agung mencontohkan dalam lagu Kutut Manggung, Nyi Tjondrolukito berusaha membuat cengkok yang berbeda dengan tidak mengikuti gaya sinden pada umumnya. Dalam penentuan pementasan tersebut melalui proses kuratorial. Terutama dengan memilih pementas yang mampu memahami gaya maestro sinden tersebut. Ia menyadari tidak ada orang yang bisa menggantikan seperti beliau.
"Prosesnya cukup lama karena tidak semua grup atau komunitas mampu menghayati tokoh seperti Bu Tjondro," katanya.
Agung mengatakan di era milenial ini harus disikapi bahwa sinden sama dengan musik pada umumnya bahkan derajatnya lebih tinggi karena menjadi tradisi budaya lokal. Ia sepakat sinden harus mendapatkan tempat lebih tinggi dan diberikan ruang lebih banyak.
Terlebih saat ini jarang ada ruang bagi pesinden selain di lembaga pendidikan atau tempat hajatan sehingga banyak masyarakat kurang memahami pesinden. "Ruang untuk sinden berekspresi harus disediakan lebih banyak lagi, sebenarnya semua tempat bisa tinggal penyelenggara mau atau tidak menyelenggarakan uyon-uyon itu," kata dia.
Selain itu pagelaran sinden karawitan harus diperbanyak terutama daerah pelosok. Karena saat ini sinden karawitan ini justru lebih banyak dipelajari kalangan dari luar negeri dan luar Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 14 September 2026 tersedia mulai pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
ETLE Hub mendeteksi 46.034 kendaraan angkutan barang dengan total 72.236 deteksi selama pengawasan 10 Agustus hingga 10 September 2026.
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 15 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
KPK mengungkap OTT yang menangkap 3 pejabat ATR BPN diduga terkait pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.