Fakta Gantung Diri di Gunungkidul, dari Puluhan Kejadian hingga Sulitnya Akses Kesehatan

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Jum'at, 02 November 2018 08:50 WIB
Fakta Gantung Diri di Gunungkidul, dari Puluhan Kejadian hingga Sulitnya Akses Kesehatan

Ilustrasi Bunuh Diri

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Kasus gantung diri terjadi dua hari berturut-turut di Gunungkidul. Dalam sehari, bahkan ada dua kejadian.

Sebelumnya terjadi dalam satu hari di dua lokasi berbeda kasus gantung diri pada Rabu (31/10.2018). Kali ini kembali terjadi di Dusun Dungsuru, Desa Pilangrejo, Nglipar, atas nama Somo Slamet,58, pada Kamis (1/11/2018).

Kasus terakhir, seorang kakek diduga gantung diri karena mengidap penyakit jantung, ginjal, dan stroke selama kurang lebih tiga tahun. Dari awal tahun hingga saat ini setidaknya sudah ada 23 kasus gantung diri.

Ketua yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji), Jaka Yanuwidiasta mengatakan kejadian bunuh diri harus menjadi kepedulian semuanya.

Jaka mengungkapkan untuk menyelesaikan permasalahan ini perlu perhatian dari pemerintah, yang dirasa saat ini harus lebih serius lagi. “Dari sisi pelayanan pemerintah belum optimal banyak yang mengalami gangguan jiwa masih sulit mengakses kesehatan,” kata Jaka.

Ketua dua Yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji), Sigit Purwanto atau kerap disapa Wage mengatakan rata-rata setiap tahun angka bunuh diri di Gunungkidul mencapai 30 kasus.

Untuk mencegah kasus bunuh diri menurutnya perlu dukungan penuh dari pemerintah. Permasalahan sakit bertahun-tahun, permasalahan ekonomi, menurutnya pemicu yang dapat dihindari atau dicegah, dengan mengedukasi ke masyarakat agar lebih paham mengatasi tekanan hidup.

Perangkat desa setempat diharapkan juga membantu dengan dorongan pihak Puskesmas atau dinas terkait lainnya, untuk melakukan deteksi dini pencegahan bunuh diri.

Peran masyarakat agar tidak menyudutkan anggota keluarga korban bunuh diri sangat diperlukan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis