Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi KTP elektronik./Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gunungkidul memastikan stok blangko percetakan e-KTP aman hingga akhir tahun. Hingga saat ini, stok blangko masih ada sekitar 2.600 keping.
Sekretaris Disdukcapil Gunungkidul Virgilio Soriano mengatakan, hingga sekarang ada 601.464 warga yang wajim memiliki e-KTP. Dari jumlah ini, yang telah melakukan perekaman sebanyak 585.868 jiwa.
“Prosentase kita sudah di atas 97%, tapi kami akan terus melakukan perekaman, baik melalui fasilitas di kecamatan atau dengan model sistem jemput bola,” kata Virgilio kepada wartawan, Selasa (6/11/2018).
Menurut dia, adanya instruksi dari Pemerintah Pusat untuk menggalakkan perekaman e-KTP tidak membuat stok pencetekan bermasalah. Ia menyakini dengan stok blangko sebanyak 2.600 keping masih mencukupi untuk perekaman hingga akhir tahun. “Data perekaman yang siap cetak 1.688 jiwa, jadi masih ada stok yang mencukupi,” ungkapnya.
Keyakinan stok blangko masih mencukupi juga tidak lepas kemudahan pengambilan blangko dari pemerintah pusat. Oleh karenanya, Virgilio memastikan keberadaan stok tidak ada masalah. “Stok di pusat masih banyak dan jika blanko di disdukcapil menipis, kami akan mengambil ke sana dan itu dilakukan setiap satu bulan sekali,” tutur dia.
Lebih jauh diungkapkan Virgilio, untuk perekaman e-KTP hingga sekarang belum bisa sekali urus langsung jadi. Hal ini dikarenakan pada saat perekaman tidak bisa langsung cetak karena harus melalui proses penunggalan data dari tim Kementerian Dalam Negeri. Sedang dari proses, kata dia, penunggalan data untuk menghindari data ganda juga butuh waktu yang tidak sebentar.
“Perekamannya bisa cepat, tapi untuk penunggalan data, hasil perekaman harus dikirim ke pusat terlebih dahulu. Jadi kalau sudah benar-benar clear, dikirimkan lagi ke daerah untuk kemudian dicetak. Nah proses penunggalan data ini juga membutuhkan waktu sehingga tidak bisa langsung jadi,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Disdukcapil Gunungkidul Anik Indarwati menambahkan, untuk percetakan e-KTP tidak ada masalah. Selain stok blangko yang masih memadai, stok tinta juga masih mencukupi. Hal ini tidak lepas adanya tambahan anggaran dari pemkab untuk pengadaan tinta cetak e-KTP.
“Memang yang dari APBD murni sudah habis, tapi ada tambahan lagi sehingga stok tinta tidak ada masalah sehingga pencetakan dapat terus berjalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny