Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Tim dari BPBD Sleman, TNI dan warga memperbaiki dampak ambrolnya talut di bantaran Sungai Buntung di Dusun Karangjati, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Jumat (9/11/2018)./Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat di awal musim hujan ada berbagai laporan bencana mulai dari angin kencang yang membuat pohon tumbang, petir yang membuat jaringan listrik rusak, dan talut yang longsor mengakibatkan robohnya rumah warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, mengatakan jajarannya mengantisipasi beberapa kejadian selama awal musim hujan sekaligus mengimbau agar warga selalu waspada. "Sudah ada laporan kejadian seperti pohon tumbang di dua lokasi, talut longsor di satu lokasi dan petir," kata Makwan, Jumat (9/11/2018).
Hujan lebat mulai turun di wilayah Sleman Selasa (6/11/2018). Pada Selasa, angin kencang memicu pohon tumbang di Jalan Gito Gati, Dusun Karangmloko, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik. Pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Dusun Sanggrahan, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati. Pohon yang bertumbangan mengganggu akses arus lalu lintas.
Hujan lebat yang terjadi Kamis (8/11/2018) memicu talut setinggi enam meter di bantaran Sungai Buntung, Dusun Karangjati, Desa Sinduadi, Mlati, ambrol, dan membuat tembok rumah milik warga di sekitarnya jebol. "Empat rumah yang dihuni empat kepala keluarga terdampak bencana itu. Sebanyak 20 jiwa dan satu bayi harus dipindahkan ke titik yang aman," kata Makwan. Pada Jumat, BPBD Sleman bersama prajurit TNI dan warga setempat memperbaiki dampak ambrolnya talut tersebut. BPBD juga memberikan lima paket logistik dan 100 lembar bagor untuk penanganan bencana yang terjadi.
Hujan lebat disertai petir yang turun Kamis siang juga merusak jaringan listrik, antena TV, antena radio telekomunikasi dan peralatan elektronik lain di Dusun Kopen, Desa Lumbungrejo, Kecamatan Tempel. "Yang terpenting warga harus meningkatkan kewaspadaan. Warga seperti yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan longsor harus memperhatikan peringatan dini," kata Makwan.
Ketua RT 19/RW 42, Dusun Karangjati, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Jumadi, mengatakan lokasi longsor berada di bantaran Sungai Buntung. Saat kemarau, sungai tersebut kering. Saat hujan turun dan sungai mulai teraliri air, talut langsung longsor.
"Ambrolnya talut membuat rumah warga di dua dusun rusak. Sebagian rumah masuk Dusun Popongan, dan sebagian masuk Dusun Karangjati," kata Jumadi, Jumat. Menurutnya, talut yang baru dibangun itu ambrol lantaran tak kuat menahan derasnya aliran air di Sungai Buntung.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Agus Sudaryanto, mengatakan potensi hujan lebat terjadi di dasarian pertama November. Jajarannya memperkirakan hujan lebat terjadi Selasa sampai Jumat.
Menurut Agus, kondisi cuaca ekstrem tersebut terjadi karena konvergensi atau pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah Jawa serta kondisi menghangatnya suhu permukaan laut di Samudra Hindia selatan Jawa. "Kondisi itu bisa memicu pertumbuhan awan konvektif yang mengakibatkan potensi hujan dengan intensitas lebat, petir dan angin kencang," kata Agus, Selasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.