Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H Digelar Hari Ini, Ini Jadwal Lengkapnya
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Potongan video penyelamatan pengunjung PMPS yang naik bianglala yang mengalami masalah, Minggu (11/11/2018)./Ist-Facebook
Harianjogja.com, JOGJA- Pasca terbaliknya wahana permainan bianglala di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-alun Utara pada Minggu (11/11/2018) malam, operasional wahana itu langsung dihentikan. Selain membongkar wahana tersebut, Pemkot ke depan juga memikirkan pentingnya asuransi bagi konsumen (pengunjung).
Untuk diketahui, selama ini pengguna wahana permainan di PMPS tidak dikover asuransi kecelakaan.
Ketua Panitia PMPS 2018 Maryustion Tonang mengatakan tidak ada korban jiwa dan luka-luka dalam peristiwa terbaliknya keranjang bianglala itu. Sejak peristiwa itupun, panitia memanggil pengelola dan meminta agar pengelola wahana untuk menghentikan operasional bianglala tersebut.
"Sekarang tidak beroperasi lagi. Sudah dilepas. Seluruh wanaha juga kami minta untuk dicek seluruhnya," katanya, Senin (12/11/2018).
Pemkot, katanya, hanya memberikan izin sewa kepada pengelola wahana. Seharusnya, kata dia, aspek keamanan dan kenyamanan pengguna (konsumen) juga diperhatikan oleh pengelola. Pengecekan secara berkala dan memastikan keamanan wahana menjadi nomor satu.
"Dari pengelola idealnya menjaga dari aspek keamanan dan kenyamanan konsumen. Kami minta dihentikan operasional wahana itu agar terjaga keamanannya dan keselamatan konsumen," katanya.
Peristiwa itu juga menjadi bahan pertimbangan bagi Pemkot agar ke depan penyelenggaraan PMPS bisa lebih baik lagi. Salah satunya, pertimbangan adanya asuransi bagi konsumen yang menggunakan wahana permainan tersebut.
"Tentu ini menjadi pemikiran bersama agar PMPS ke depan bisa lebih baik lagi. Ini sebagai bentuk Mangayubagyo. Perlindungan [asuransi] akan menjadi bahan pertimbangan ke depan," katanya.
Camat Gondomanan Agus Arif mengaku langsung turun ke lapangan setelah mendapatkan laporan ada insiden tersebut. Setelah proses evakuasi pengguna bianglala selesai, Agus melakukan koordinasi dengan pengelola wanaha permainan. "Malam ini [lusa] saya minta untuk wahana tersebut off dan dilaksanakan pengecekan [maintenance] dan uji kembali," ujarnya.
Keputusan tersebut diambil agar pengelola benar-benar memerhatikan faktor keselamatan. Apalagi insiden tersebut baru pertama kali terjadi sehingga diharapkan tidak mencederai pelaksanaan Sekaten yang tinggal sepekan lagi. "Kalau pengecekan sudah dilakukan secara menyeluruh, klir, wahana ini boleh beroperasi lagi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.