Hasil Marseille vs PSG 1-2, Les Parisiens Menang Dramatis
PSG menang 2-1 atas Marseille pada pekan kelima Liga Prancis 2026/27 lewat gol Ferran Torres dan Marquinhos.
Para peserta pelatihan seni anak berfoto bersama dengan pelatih serta pejabat di lingkungan Dinas Kebudayaan DIY di sela-sela penampilan operet, Sabtu (17/11/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA - Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menggelar operet anak di Concert Hall TBY, Sabtu (17/11/2018). Kegiatan itu sekaligus menutup pelatihan seni anak 2018 yang digelar TBY sejak sepuluh bulan terakhir.
Kegiatan operet itu melibatkan para peserta pelatihan seni anak yang telah mendapatkan pendampingan seni. Dalam kesempatan itu juga diberikan apresiasi kepada pelatih seni yang telah mendampingi anak.
Kepala TBY Yuliana Eni Lestari menjelaskan kegiatan pelatihan seni anak untuk 2018 telah usai. Para peserta anak-anak dengan jumlah 250 orang telah mendapatkan transfer ilmu dari pelatih selama sepuluh bulan. Para pelatih itu terdiri atas tari kreasi baru sebanyak dua orang, tari klasik empat orang, teater tiga orang, seni rupa empat orang, vokal tiga orang dan ansambel musik sebanyak tiga orang pelatih.
"Kami sangat mengapresiasi pelatih yang telah melakukan transfer ilmu seninya kepada anak-anak melalui program ini, sehingga anak mendapatkan banyak ilmu seni," katanya, Sabtu.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan DIY Budi Wibowo yang hadir dalam kesempatan itu mendorong berbagai pihak agar program pelatihan seni untuk anak ini bisa berjalan di tahun berikutnya. Ia berharap pada 2019 ada dukungan anggaran sehingga pesertanya tidak hanya 250 anak, tetapi bisa sampai 400 anak.
"Saya berharap ke depan bisa bertambah tidak hanya 250 anak, tetapi kalau bisa 400. Sehingga seni budaya bisa berkembang pada anak dan masyarakat kita menjadi istimewa," ujarnya.
Budi mengaku terenyuh dengan penampilan seni anak-anak dalam acara tersebut, karena mereka sangat kreatif dalam berolah seni budaya yang menjadi ciri khas Jogja. Pelatihan seni tersebut sangat efektif untuk memberikan pemahaman dan kemampuan anak tentang seni budaya.
"Ketika anak tampil saya terenyuh, ini sebenarnya yang harus terus kita lakukan, karena ini ciri khas Jogja yang harus dikembangkan," ucapnya.
Ia menambahkan, saat ini DIY sedang membangun gedung taman budaya di Gunungkidul dan Kulonprogo. Pemda DIY berkomitmen mengembangkan budaya tidak hanya di perkotaan namun juga sampai ke pelosok desa sehingga fasilitas pertunjukan akan terus ditambah. Selain itu pengembangan budaya tidak sekadar seni saja tetapi juga kebudayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
"Harapannya taman budaya yang nantinya ada di kabupaten di DIY bisa ramai seperti di kota sehingga ekspresi seni bisa terus berkembang di masyarakat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSG menang 2-1 atas Marseille pada pekan kelima Liga Prancis 2026/27 lewat gol Ferran Torres dan Marquinhos.
Air laut dalam berpotensi dikembangkan menjadi industri baru Indonesia, mulai dari air minum, mineral, pangan hingga akuakultur dan energi laut.
Tim verval mulai memeriksa gerai KDMP Kulonprogo. Gerai Tirtorahayu, Galur, disebut memiliki fasilitas fisik dan armada yang siap
Kopdes Merah Putih mulai soft launching Oktober 2026. Sekitar 23 ribu bangunan selesai, 17 ribu KDKMP menjalani verifikasi dan validasi.
Hadiah juara FIFA ASEAN Cup 2026 dikabarkan turun dari US$1 juta menjadi US$650.000. FIFA belum mengonfirmasi perubahan tersebut.
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.