Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik Ancol, Ini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Petugas BBPOM DIY melakukan uji sampel terhadap teri tawar yang dijual di Pasar Wates, Kamis (30/8/2018).
Harianjogja.com, JOGJA-Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta terus mengaktifkan para petugas delapan Pasar Aman Bahan Berbahaya di lima kabupaten/kota di daerah itu untuk menangkal peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya.
"Pengelola pasar terus kami aktifkan untuk memberikan informasi jika ada pemasok produk mengandung bahan berbahaya," kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY Diah Tjahjonowati di Jogja, Selasa (20/11/2018).
Meski masih ada, katanya, produk mengandung bahan berbahaya seperti Rodhamin B serta boraks hingga saat ini tidak banyak ditemukan di delapan Pasar Aman Bahan Berbahaya yang tersebar di lima kabupaten/kota.
"Tren produk mengandung bahan berbahaya di pasar percontohan itu terus menurun," kata dia.
Sebanyak delapan pasar percontohan itu, yakni Pasar Demangan, Pasar Sambilegi, Pasar Niten, Pasar Wates, Pasar Argosari, Pasar Imogiri, Pasar Piyungan dan Pasar Gentan.
Pembentukan Pasar Aman Bahan Berbahaya telah dimulai sejak 2013.
"Sejak 2013 ada lima pasar percontohan, hingga 2018 ada delapan, dan kemungkinan nanti masih akan tambah lagi," kata dia.
Selain dibekali materi mengenai cara pengambilan sampel dan pelaporan, kata Diah, seluruh pengelola pasar percontohan itu juga dibekali dengan Rapid Tes Kit untuk melakukan pengujian secara mandiri terhadap produk yang terindikasi mengandung bahan berbahaya di pasar masing-masing.
"Dengan demikian pengujian produk-produk yang dimungkinkan mengandung bahan berbahaya bisa dilakukan dengan cepat," kata dia.
Menjelang libur panjang yang bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru 2019, BBPOM DIY akan meningkatkan pengawasan, khususnya terhadap makanan yang dikemas dalam bingkisan atau parsel.
Saat tingginya permintaan parsel menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, menurut dia, ada kemungkinan sebagian di antaranya merupakan produk tidak layak konsumsi.
Produk parsel yang tidak layak konsumsi itu, antara lain karena kemasan rusak semisal kaleng penyok, sudah kedaluwarsa, tidak memiliki izin edar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.