Truk dan Bus Sinar Jaya Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi, Sopir Tewas
Kecelakaan truk tronton dan bus Sinar Jaya terjadi di Tol Solo-Ngawi KM 498+800 Boyolali, Senin sore. Sopir truk dilaporkan meninggal dunia.
Wakil Presiden Jusuf Kalla./Antara-Mohammad Ayudha
Harianjogja.com, JAKARTA- Puluhan masjid di Indonesia terindikasi terpapar radikalisme. Pemerintah sudah memegang daftar puluhan masjid tersebut.
Wakil Presiden Jusuf Kalla telah mengantongi daftar masjid yang diduga telah terpapar paham radikal di Indonesia, dan telah membawa persoalan itu dalam rapat internal Dewan Masjid Indonesia (DMI).
"Saya sudah bicara dengan Kepala BIN, Pak Budi Gunawan, tentang hal ini, dan saya diberikan daftarnya. Ada yang ringan, ada yang menengah, ada yang berat," kata Wapres Jusuf Kalla kepada wartawan di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (23/11/2018).
Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum DMI, telah membahas persoalan masjid terpapar radikalisme tersebut dan menemukan solusi bahwa pengendaliannya untuk saat ini ialah dengan melakukan pendekatan terhadap para penceramah di masjid.
"Karena itu, [saya] rapat sebentar di Dewan Masjid antara lain juga bagaimana sampai ke bawah itu diberikan suatu batasan-batasan, [penceramah] jangan membikin hoaks, jangan bicara tanpa data," ujar Jusuf Kalla seperti dilansir Antara.
Selain pendekatan terhadap para penceramah dan ulama, Wapres menjelaskan batasan yang diberikan tersebut antara lain berupa pembuatan kurikulum ceramah oleh DMI. Kurikulum tersebut nantinya tidak perlu menyeragamkan konten khotbah, melainkan dengan menetapkan tema ceramah tertentu setiap bulannya.
"Mengatasinya ialah tentu [dengan] pendekatan dan memberikan juga batasan-batasan, membuat kurikulum. DMI selalu minta dibuatkan kurikulum dan juga penilaian kepada penceramah. Kita tidak melarang penceramah, tetapi batasan-batasannya mereka harus taati," jelasnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto sebelumnya mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) NU bahwa ada 50 penceramah di 41 masjid lingkungan pemerintah terpapar radikal.
Hasil survei yang dilakukan oleh P3M NU sebagai peringatan dini dan ditindaklanjuti dengan pendalaman serta penelitian lanjutan oleh BIN.
"Masjidnya tidak radikal, tapi ada penceramahnya di masjid di lingkungan pemerintah semua di Jakarta," kata Wawan di Jakarta Selasa (20/11/2018).
BIN memberikan peringatan dini atau "early warning system" dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, tetap menjaga sikap toleran dan menghargai kebhinekaan.
Survei mengungkapkan sedikitnya 41 dari 100 masjid milik kantor pemerintah terindikasi radikal yang disebarkan melalui setiap ceramahnya.
Dari 41 masjid tersebut, 17 di antaranya masuk dalam kategori radikal tinggi, 17 lainnya radikal sedang dan tujuh masjid berkategori radikal rendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kecelakaan truk tronton dan bus Sinar Jaya terjadi di Tol Solo-Ngawi KM 498+800 Boyolali, Senin sore. Sopir truk dilaporkan meninggal dunia.
Gunung Bromo erupsi pada Kamis petang dengan kolom abu 500 meter. Status masih Waspada, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawah
Polda Metro Jaya menyiapkan hotline POLIRAN di 08131301994 untuk memantau proses pencarian kerja, pelatihan, dan seleksi kerja.
Disdukcapil Kulonprogo mencatat Sulastri dan Supriyanto sebagai nama paling banyak digunakan warga. Simak daftar 10 nama terpopuler.
Harga jagung di Klaten mencapai Rp7.400/kg, tertinggi sepanjang sejarah. Petani bisa meraup Rp13 juta per patok saat panen sendiri.
Jaecoo J5 EV mengalami insiden roda depan terlepas di Jakarta. Jaecoo Indonesia mengungkap hasil investigasi dan kondisi kendaraan.