Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H Digelar Hari Ini, Ini Jadwal Lengkapnya
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Danrem 072/Pmk Jogja Brigjen TNI Muhammad Zamroni saat melakukan penanaman pohon di di Dusun Tajam, Temuwuh, Dlingo, Bantul, Sabtu (8/12/2018)./Ist-Korem 072/Pmk Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak 10.000 Pohon ditanam Korem 072/Pmk Jogja di Dusun Tajam, Temuwuh, Dlingo, Bantul, Sabtu (8/12). Kegiatan penghijauan tersebut dilakukan untuk memperingati Hari Juang Kartika ke-73 tahun ini.
Danrem 072/Pmk Jogja Brigjen TNI Muhammad Zamroni mengatakan kegiatan penghijauan tersebut juga implementasi nilai perjuangan TNI AD yang diwujudkan melalui bakti sosial. Karya bakti berupa penghijauan tersebut juga melibatkan berbagai unsur baik dari Pemda Bantul, Polri dan seluruh komponen masyarakat.
"Ini menunjukkan sinergitas antara TNI AD dengan segenap komponen masyarakat di Bantul cukup solid. Hal-hal positif seperti ini harus dijaga dan pertahankan untuk keamanan dan kondusiftas demi kelancaran pembangunan di Bantul," katanya melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (8/12/2018).
Zamroni juga berterimakasih kepada BP DAS yang menyiapkan 10.000 bibit pohon untuk ditanam di lahan masyarakat dan lahan pemerintah. Gerakan tersebut diharapkan ke depan, wilayah Bantul tidak lagi kesulitan air bersih. Wilayah Temuwuh, katanya, menjadi salah satu wilayah di Bantul yang kekurangan air bersih saat musim kemarau.
"Penghijauan ini dapat menjadikan pengikat sumber air bersih. Jika pada musim kemarau tahun depan masih terdapat sumber air berarti kita berhasil melaksanakan penghijauan," katanya.
Pepohonan yang ditanam di Temuwuh merupakan tanaman produktif seperti jeruk, sirsak, nangka, durian rambutan dan lainnya. Diharapkan, buah yang dihasilkan nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Zamroni juga berharap, Temawuh bisa menjadi destinasi wisata baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Apalagi program dari Pemkab Bantul memprioritaskan pengembangan pembangunan bidang pertanian, pariwisata dan industri kecil," katanya.
Kondisi tersebut bisa tercapai, kata Zamroni, manakala seluruh warga secara bersama-sama ikut menjaga kelestarian alam dan mendukung program penghijauan. "Acara ini untuk kesinambungan hidup generasi yang akan datang. Ingat, alam ini bukan warisan nenek moyang untuk kita, melainkan titipan untuk anak cucu kita,” tandas Zamroni.
Acara penghijauan ini diawali dengan penyerahan secara simbolis tanaman pohon dari Danrem kepada masyarakat dan dilanjutkan penanaman pohon secara simbolis yang dilakukan oleh Danrem 072/Pmk, BP DAS, Bupati Bantul yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Dipertautkan) Bantul Pulung Haryadi Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Hariyadi dan Camat Dlingo.
Hadir dalam acara tersebut Kasrem 072/Pmk Kolonel Kav. Puji Setiono, Kasi Intel Kolonel Inf. Wiratno, Kasi Ter Kolonel Inf Jaelan, Kasi Renc Kolonel Inf Andiek Prasetyo, Kasi Log Kolonel Inf I Made Alit, Kasi Pers Kolonel Inf Riza Anom Putranto, Dansat Brimob Polda DIY AKBP Deny, Dandim 0730/GK Letkol Inf Taufik Hanif, Dandim 0734/Ygy Letkol Inf Bram Pramudya, Dandim 0729/Bantul Letkol Inf Yuswanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.