Dinkes Inginkan Stigma HIV Perlu Dihilangkan

Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan Selasa, 22 Januari 2019 22:00 WIB
Dinkes Inginkan Stigma HIV Perlu Dihilangkan

Ilustrasi HIV/AIDS. (Harian Jogja)

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mengandalkan adanya pertemuan rutin dalam kelompok dukungan sebaya yang terkena HIV guna membujuk orang terkena HIV lainnya agar mau berobat.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kulonprogo Wilis Prasetyo mengungkapkan adanya stigma negatif pada penderita HIV di Kulonprogo membuat orang terkena HIV menjadi tidak nyaman untuk berobat.

“Dinkes lakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan pemicu penularan HIV serta bedanya HIV dengan AIDS,” ungkapnya kepada Harian Jogja, Selasa (22/1/2019). Selain dengan sosialisasi kepada masyarakat soal penularan HIV agar masyarakat tidak memberikan stigma negatif dan menjauhinya, ada juga pertemuan rutin kelompok dukungan sebaya.

Dinkes mengumpulkan orang-orang yang terkena HIV melalui kelompok dukungan sebaya. Pertemuan rutinnya per tiga bulan. Mereka yang sudah terkena HIV diberikan dukungan dari sesama yang terkena agar mau berobat.

Pengobatan HIV di Kulonprogo hanya mengandalkan Rumah Sakit Umum Daerah Wates yang sudah mempunyai pengobatan dengan adanya Antiretroviral (ARV). Ketika orang terkena HIV setelah diperiksa di Puskesmas, maka akan langsung dirujuk ke RSUD Wates karena di Puskesmas tidak ada ARV.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online