Kisah Kiper 16 Tahun Motoran dari Gunungkidul Demi Latihan PSIM Jogja
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
HIV/AIDS - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan kasus HIV/AIDS dilaporkan terjadi di Kota Jogja dalam empat tahun terakhir. Kasi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, Endang Sri Rahayu mencatat 554 kasus HIV/AIDS sejak 2022 hingga awal 2025.
Rinciannya, 193 kasus HIV/AIDS di tahun 2022, bertambah menjadi 205 kasus pada 2023, 136 kasus pada 2024, dan 20 kasus yang tercatat pada tahun 2025 hingga bulan Februari. Ia mengatakan, mayoritas penderita HIV/AIDS di Kota Jogja merupakan usia produktif antara 20 hingga 30 tahun.
BACA JUGA: Pemkab Bikin Kajian Investasi di JJLS Kelok 23 di Perbatasan Gunungkidul Bantul
“Terbanyak kedua usia 30 sampai 40 tahun. Ada dari berbagai macam kalangan, terbanyak dari kalangan wiraswasta, mungkin karena wiraswasta cangkupannya luas,” ujar Endang Sri Rahayu, Senin (16/6/2025).
Endang menjelaskan orientasi heteroseksual masih menjadi penderita HIV/AIDS dengan jumlah terbanyak hingga 45 persen. Sementara itu, terrdapat 25 persen penderita dengan orientasi homoseksual atau Lelaki Suka Lelaki (LSL).
Selain itu, penularan juga bisa terjadi lewat pengguna narkotika jarum suntik hingga penularan yang diturunkan dari ibu ke anak. Namun, penularan ibu ke anak jumlahnya tidak terlalu signifikan karena ketatnya screening kesehatan pada ibu hamil.
“Ibu hamil kan semua harus dites kesehatan, bisa kecolongan kalau ibu hamil tidak pernah periksa. Secara umum terprogram penyakit dari ibu hamil ke anak, bukan hanya HIV tapi juga Hepatitis B dan Sipilis,” jelas Endang.
Masih tingginya jumlah HIV/AIDS membuat Dinkes Kota Jogja gencar mengupayakan agar jumlah kasus terus menurun setiap tahunnya. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas seks bebas yang dapat memicu penularan penyakit tersebut.
“Bagi belum menikah agar tidak berhubungan seks sebelum menikah, suami istri saling setia pada satu pasangan, dan pemakaian kondom sebagai upaya pencegahan bagi yang harus terpaksa,” imbaunya.
Endang mengungkapkan, dari program nasional memiliki target HIV/AIDS tiga zero. Artinya nol kasus baru, kemudian nol angka kematian karena HIV/AIDS karena sudah ada obatnya, kemudian nol stigma diskriminasi kepada penderita HIV/AIDS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti menyebut data desil kemiskinan masih bisa disesuaikan melalui verifikasi dengan kondisi riil masyarakat.
Paul Pogba resmi berpisah dengan AS Monaco setelah kontraknya diputus melalui kesepakatan bersama. Pogba hanya tampil enam kali.
Pemkab Bantul menyiapkan kajian investasi di sekitar Kelok 23. Status lahan dan tata ruang akan dipetakan sebelum ditawarkan kepada investor.
OJK mengangkat Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner BMKS untuk memperkuat pengaturan dan pengawasan bursa mineral dan komoditas strategis.
PSS Sleman akan kembali menjalani laga uji coba pekan ini. PSM Makassar disinyalir menjadi calon lawan setelah berlatih di Sleman.