Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
PKL di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Jogja, Minggu (20/1/2019). - Harian Jogja/Nugroho Nurcahyo
Harianjogja.com, JOGJA—Penataan kawasan Kotabaru untuk menampilkan wajah Indies terus dilakukan. Tahun ini, penataan menyentuh kawasan pedestrian di Jalan Sudirman baik sisi timur maupun sisi barat. Ke depan, penataan Kotabaru akan terintegrasi dengan penataan Stadion Kridosono dan Stasiun Lempuyangan. Seluruh bangunan anyar wajib menyediakan lahan parkir yang bisa diakses publik.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan Kotabaru ditata secara bertahap sejak 2018 hingga 2021. Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai kawasan heritage sehingga perlu adanya pedoman pelestarian kawasan budaya. Dari sisi filosofi tata kota tidak akan berubah. Kotabaru tetap akan menjadi lokasi yang eksotis bernuansa Indies.
Istilah Indies mengacu pada kebudayaan, termasuk arsitektur, semasa kekuasaan pemerintah Hindia Belanda. Pada masa kolonial, Kotabaru menjadi permukiman masyarakat Eropa. Peninggalan masa lalu itu, seperti bangunan-bangunan berarsitektur Indies, masih awet sampai sekarang dan akan dijadikan destinasi wisata alternatif.
“Ini juga untuk mempertahankan tata kota saat awal kota ini dibentuk. Meskipun nanti ada penambahan fungsi, public space yang disediakan akan mendukung keberadaan kawasan indies,” kata Heroe kepada Harian Jogja, Selasa (22/1/2019).
Tahun ini penataan dilaukan di jalur pedestrian di Jalan Sudirman. Kelak, pengembangan Stasiun Lempuyangan juga harus menyesuaikan dengan penataan sekitar yang bercorak Indies.
Bangunan di kawasan Kotabaru juga wajib menyediakan lahan parkir yang bisa diakses khalayaka. “Seluruh bangunan baru juga harus menyediakan lahan parkir yang juga bisa diakses publik. Sekitar 25% bisa digunakan untuk umum," katanya.
Pemerintah Kota Jogja masih mengincar lahan parkir baru yang akan dibuat. Setidaknya ada tiga hingga lima titik lokasi yang akan dijadikan lahan parkir baru. Seperti di dekat Malioboro, Tugu Pal Putih hingga Stadion Kridosono. Saat ini, pilihan-pilihan itu masih dijajaki.
“Kalau mengembangkan kawasan pedestarian, ketersediaan parkir harus ada. Ini yang sedang kami upayakan agar tidak menimbulkan kemacetan. Hal itu sejalan dengan jargon RTRW Jogja sebagai lokasi yang ngangeni,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Timnas Voli Putri Indonesia bersiap di seri kedua SEA V Cup 2026 Thailand. Target perbaiki peringkat usai finis ketiga di Hanoi. Simak jadwalnya.
FIFA menggelar rapat darurat di Maroko setelah rencana komersialisasi Piala Dunia memicu kritik dari Arsene Wenger, UEFA, hingga Pangeran Ali Yordania.
Kehilangan HP? Tenang, ada 7 aplikasi pelacak seperti Find My, Life360, dan Prey. Bisa lacak lokasi, kunci perangkat, hingga bunyikan alarm.
Media Hong Kong SCMP menyoroti hubungan pemerintahan Prabowo dan kelompok konglomerat 9 Naga di tengah kebijakan DHE, Danantara Sumberdaya Indonesia, dan pengua
Pencairan PIP 2026 masih berlangsung pada termin 2 hingga September. Simak jadwal, nominal bantuan, bank penyalur, dan cara cek penerima PIP lewat HP.