Tanah Longsor Terjang Semin dan Ngawen

Rahmat Jiwandono
Rahmat Jiwandono Senin, 28 Januari 2019 19:15 WIB
Tanah Longsor Terjang Semin dan Ngawen

Salah satu titik longsor di Semin./Ist

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bencana tanah longsor terus terjadi di sejumlah wilayah di Gunungkidul. Peristiwa terbaru, tanah longsor terjadi di Desa Semin, Kecamatan Semin, dan Dusun Banteng Wareng, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Minggu (27/1/2019). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, tiga rumah milik warga di kedua wilayah tersebut terancam tanah longsor susulan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan tanah longsor di Kecamatan Semin terjadi di Dusun Parangan RT01/RW 09, Desa Semin. Sebelum bencana terjadi, wilayah tersebut diguyur hujan selama beberapa jam pada Minggu siang hingga sore. "Hujan turun mulai pukul 13.00 WIB sampai 17.00 WIB. Warga tak menyangka tebing yang berada di dekat rumah mereka bakal longsor sehingga tetap tenang," kata Edy, Senin (28/1/2019)

Pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB, lereng bukit setinggi 10 meter dengan panjang 20 meter longsor. Sejumlah pohon yang berada di perbukitan ikut ambruk terseret tanah longsor. "Di sekitar lokasi ada dua rumah warga yakni milik Sunarno dan Joni. Untungnya material tanah longsor tak merusak bangunan rumah," kata dia.

Untuk proses evakuasi dilakukan oleh warga setempat pada Senin pagi. Dengan intensitas hujan yang terus meningkat, BPBD Gunungkidul mengimbau kepada warga untuk selalu waspada. "Potensi tanah longsor kemungkinan masih ada. Kami mengimbau kepada warga yang bermukim di kawasan rawan tanah longsor untuk selalu waspada," kata dia.

Untuk bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Tancep, Edy menyatakan bencana terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Sebuah rumah terdampak reruntuhan material tanah longsor. Beruntung empat orang penghuni rumah tidak mengalami luka. "Rumah di Dusun Banteng Wareng yang terdampak material tanah longsor milik seorang warga bernama Repin. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," kata Edy.

Berdasar data BPBD Gunungkidul, kawasan rawan tanah longsor di Bumi Handayani tersebar di tujuh kecamatan meliputi Kecamatan Purwosari, Gedangsari, Patuk, Nglipar, Ngawen, Semin dan sebagian Ponjong. “Tujuh kecamatan itu dinyatakan rawan tanah longsor karena kondisi geografisnya ada di perbukitan,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online