Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Ilustrasi petani di Dusun Sidorejo, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Hariyani, sedang memanen cabai di lahannya, Selasa (29/1).-Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo menargetkan 50 hektar lahan tercover program cetak sawah selaam 2019. Program cetak sawah sebagai salah satu upaya memaksimalkan produksi padi akibat alih fungsi lahan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Tri Hidayatun mengatakan salah satu upaya dalam memenuhi peningkatan produksi padi di tahun ini yaitu dengan program cetak sawah. "Kita lakukan intensifikasi, juga ada program cetak sawah dan perluasan tanam," katanya pada Jumat (22/2/2019).
Ia mengatakan pada program cetak sawah, tahun ini pihaknya menargetkan 50 hektar cetak sawah. Program cetak sawah sudah dijalankan dari 2017. Program cetak sawah ditargetkan sebanyak 274 hektar yang dilakukan dari 2017 sampai 2022. Sementara di tahun 2018, Dinas Pertanian sudah menjalankan program cetak sawah seluas 45 hektar. Menurutnya, program cetak sawah dilakukan guna antisipasi lahan sawah yang telah beralih fungsi.
"Alih fungsi lahan kita ganti dengan cetak sawah atau perluasan area lahan. Lahan yang dicetak itu belum menjadi sawah atau masih berupa lahan tegal juga pekarangan," jelasnya.
Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo, Wazan Mudzakir mengatakan, selain dengan program cetak sawah, pihaknya juga menjalankan program intensifikasi untuk meningkatkan hasil produksi padi.
Pihaknya juga mengaku, selain dengan peningkatan hasil produksi, kualitas produk beras pun tetap dijaga. "Arahnya juga ke peningkatan mutu beras, salah satunya dengan pengembangan budi daya beras premium," ucapnya.
Pada Januari lalu, Dinas Pertanian Kulonprogo juga mengembangkan budi daya beras premium di Desa Jatisaroni, Nanggulan. Areal persawahan yang dikembangkan untuk budi daya beras premium seluas 200 hektar. Benih sebanyak 25 kilogram per hektar berserta pupuk organik disediakan untuk menjaga kualitas produksi beras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkeu menyiapkan pertemuan dengan pimpinan BI usai Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"