Tingginya Minat Memelihara Kucing Belum Diimbangi Kesadaran Konsultasi ke Dokter Hewan

Sunartono
Sunartono Senin, 04 Maret 2019 20:57 WIB
Tingginya Minat Memelihara Kucing Belum Diimbangi Kesadaran Konsultasi ke Dokter Hewan

Kegiatan Jogjakarta Cat Championship 2019 di Jogja City Mall, Minggu (3/3/2019). /Ist-Panitia.

Harianjogja.com, SLEMAN--Minat masyarakat untuk memelihara kucing tergolong tinggi tak terkecuali di Yogyakarta. Sayangnya, hal itu belum sepenuhnya diimbangi dengan upaya pemeliharaan kesehatannya dengan berkonsultasi kepada dokter hewan. Sebuah ajang interaksi dan edukasi bagi masyarakat khususnya pecinta kucing digelar Royal Canin Indonesia dan Naroopet bertajuk Jogjakarta Cat Championship 2019 di Jogja City Mall, Minggu (3/3/2019).

Dalam acara tersebut para cat lovers dibimbing langsung oleh dokter hewan ternama Neno Waluyo Sukelan dari Royal Canin yang merupakan produsen nutrisi kesehatan untuk anjing dan kucing terkemuka. Para pemilik kucing bisa berkonsultasi langsung dan mendapatkan wawasan yang tepat tentang pemeliharaan kucing.

Dalam kesempatan itu Neno mengatakan, tingginya minat masyarakat untuk memelihara kucing belum diimbangi dengan kesadaran para pemilik kucing untuk berkonsultasi dengan dokter hewan untuk pemeliharaan dan pencegahan terhadap penyakit. Namun pemilik kucing lebih banyak mengandalkan saran dan pengetahuan kawan, sahabat maupun orang terdekat yang bukan ahli, sehingga seringkali saran yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi kucingnya.

"Saat ini tren memiliki hewan kesayangan tumbuh pesat, termasuk di Yogyakarta. Karena memiliki hewan kesayangan terbukti membawa keceriaan dan membuat hidup kita menjadi lebih baik dan semarak. Salah satu hewan kesayangan yang banyak dipelihara adalah kucing, sayangnya ini belum dibarengi dengan kesadaran berkonsultasi dengan dokter," terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Senin (4/3/2019).

Ia menambahkan, sebagai individu setiap kucing memiliki keunikan dan kondisi tubuh yang berbeda. Sehingga gejala yang sama pada hewan yang berbeda bukan berarti mereka menderita penyakit yang sama. "Untuk itu menjaga kesehatan dan memperpanjang usia harapan hidup, konsultasi rutin dengan dokter hewan, vaksinasi dan memilih nutrisi yang tepat merupakan hal dasar yang wajib dilakukan oleh pemilik kucing," katanya.

Pemilik Naroopet Shop Dewi mengatakan, kegiatan Jogjakarta Cat Championship 2019 itu untuk menjalin silaturahmi antar cat lover dan dengan ajang catshow sekaligus untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan kucingnya. Selain itu ratusan peserta yang hadir bisa saling belajar untuk merawat kucing dengan baik dan benar dibantu oleh ahlinya. Dewi menyatakan, saran yang diberikan oleh orang terdekat terkadang dapat bertentangan dengan kesejahteran hewan, yaitu dengan melakukan anthropomorphism atau memperlakukan kucing seolah-olah seperti manusia.

"Seperti mengobati sendiri kucing yang memiliki gejala klinis dengan obat-obatan manusia, memberikan makanan yang tidak sesuai, sehingga hal ini menyebabkan kucing tidak tumbuh optimal, sering sakit sehingga seringkali usia harapan hidupnya tidak panjang. Anjing dan kucing memiliki anatomi fisiologis yang berbeda dengan manusia, mereka memerlukan nutrisi yang berbeda pula dengan manusia, sehingga menganggap hewan memiliki kebutuhan yang sama dengan manusia–memanusiakan hewan tidak dapat diterapkan. Karena kesehatan tubuh bergantung pada asupan nutrisi," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online