UNBK SMK: Disdikpora DIY Siapkan 10 Helpdesk

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Sabtu, 09 Maret 2019 09:10 WIB
UNBK SMK: Disdikpora DIY Siapkan 10 Helpdesk

Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan arahan terkait pengumuman kelulusan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (30/4/2018).Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mulai mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana jelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK pada akhir Maret nanti.

Dinas menyiapkan personel helpdesk masing-masing kabupaten/kota 10. Dalam UNBK kali ini ada sekitar 200 SMK yang akan mengikuti ujian berbasis komputer.
“Untuk UNBK sudah siap semua. Pekan depan mengundang proctor dan teknisi untuk pelatihan, kalau yang lama ya penyegaran. Kalau yang baru ya kami latih,” jelas Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji, Jumat (8/3/2019).

Aji mengungkapkan jika melihat tahun kemarin tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan UNBK, semua dapat teratasi.

Aji mengakui para lulusan SMK lebih memilih bekerja daripada meneruskan pendidikan yang lebih tinggi. Namun tetap ada lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi walaupun hanya sekitar 12%.

Ia mengatakan lulusan SMK pada tahun pertama atau setelah lulus bisa langsung terserap di dunia pekerjaan setidaknya hingga 60% dan sisanya didaftar tunggu, dan tahun berikutnya hampir seluruhnya terserap ke dunia usaha, maupun membuka usaha sendiri.

Disdikpora mengaku juga telah membuat roadmap untuk siswa SMK. Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan lulusan dengan dunia usaha yang berkembang saat ini. Sejumlah jurusan baru dibuka untuk menyesuaikan kemajuan yang ada, salah satunya di bidang kemaritiman.

“Sehingga sekolah tidak sekadar meluluskan, tetapi melihat prospek yang dibutuhkan. Ada juga kerja sama dengan pihak lain di dunia usaha bukan hanya rekrut saja, tetapi dilibatkan sejak siswa masuk. Lalu menjadi guru tamu titip kurikulum di sekolah itu, sehingga begitu lulus diterima bekerja sudah tidak pakai job training lagi,” ucapnya.

Wakil Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof. Buchory mengungkapkan ada yang perlu dilakukan oleh Disdikpora maupun SMK.

“Yakni bagaimana meningkatkan kerja sama dengan dunia industri baik dalam proses penyusunan kurikukum maupun dalam praktik industri,” kata Buchory.
Selain itu siswa SMK harus mampu bersaing maka jurusan apapun yang ada perlu diberi kemahiran dalam bahasa asing dan penguasaan Informasi Teknologi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online