Sambut Satu Abad Berdiri, Gereja Kotabaru Gelar Fun Run
Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru menggelar Kotabaru Run 2026 untuk menyambut perayaan 100 tahun dengan semangat toleransi dan kebersamaan.
Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan RS YAP Rastri Paramita (paling kanan). /Ist-Humas RS YAP.
Harianjogja.com, JOGJA--Rumah Sakit DR YAP membentuk kader yang secara khusus diberi bekal mendeteksi dini penyakit mata. Dalam rangkaian Hari Glaukoma Sedunia atau World Glaucoma Day (WGD) 2019, RS DR YAP menyelenggarakan berbagai kegiatan, salah satunya pelatihan kader puskesmas untuk bisa mendeteksi glaukoma di masyarakat.
Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan RS DR YAP Rastri Paramita menjelaskan dalam rangkaian Pekan Glaukoma Sedunia pihaknya memberikan pelatihan deteksi dini glaukoma yang diikuti paguyuban glaukoma serta kader Puskesmas binaannya, dalam hal ini Puskesmas Gondokusuman I, Puskesmas Gondokusuman II dan Puskesmas Jetis. Kegiatan yang mulai digelar pada Jumat (15/3/2019) ini untuk melatih kader dan paguyuban dalam melakukan deteksi dini glaukoma di wilayahnya.
"Harapannya kader ini bisa mendeteksi ketika ada warga yang terindikasi terkena glaukoma, sehingga penderita bisa mengetahui lebih dini dan melakukan penanganan," terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Jumat (15/3/2019).
Ia menambahkan apabila para kader tersebut dalam melakukan deteksi dini menemukan ada warga terindikasi glaukoma dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut maka akan diperiksa di RS YAP pada puncak acara World Glaucoma Week (WGW) pada Minggu 24 Maret 2019 mendatang. Kegiatan itu sebagai salah satu upaya untuk menangani glaukoma terutama di wilayah DIY.
"Glaukoma ini bisa terkena pada siapa saja. Sering tidak disadari sehingga banyak penderita kurang menyadari bahwa dirinya menderita glaukoma dan baru tahu ketika penyakit telah lanjut dan terjadi kebutaan total," ucapnya.
Ketua Panitia WGW 2019 Erin Arsianti mengatakan pada saat puncak acara WGW 2019 terbuka untuk umum. Selain ada deteksi dini glaukoma, kegiatan itu juga diisi dengan senam bersama, talkshow edukasi kesehatan mata hingga stan farmasi untuk edukasi penggunaan obat. Masyarakat bisa mendapatkan banyak informasi tentang glaukoma sekaligus melakukan konsultasi.
"Stan farmasi ini kami ingin mengedukasi masyarakat, bagaimana penggunaan obat secara benar, sehingga masyarakat mendapatkan tambahan pengetahuan," ujarnya.
Ia menyatakan, dalam rangkaian WGW 2019 itu juga ada lomba pembuatan video yang berkaitan dengan glaukoma hingga kesehatan mat. Melalui video diharapkan bisa menggugah kesadaran masyarakat tentang glaukoma sehingga melakukan pencegahan lebih dini. Dalam peringatan WGW 2019 mengangkat tema Green Go Get Your Eyes Tested for Glaucoma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru menggelar Kotabaru Run 2026 untuk menyambut perayaan 100 tahun dengan semangat toleransi dan kebersamaan.
UAD menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada mahasiswa ACR terkait kasus kekerasan seksual saat KKN berdasarkan rekomendasi Satgas PPKPT.
Workshop P4GN di Kelurahan Gowongan mengajak warga mengenali gejala awal penyalahgunaan narkoba agar penanganan dan pemulihan bisa dilakukan lebih cepat.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 16 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
ORI DIY menyoroti penanganan dugaan pelecehan seksual di tiga perguruan tinggi swasta di Jogja dan meminta penguatan sistem pengaduan.
Robert Lewandowski mengungkap alasan memilih bergabung dengan Chicago Fire di MLS setelah meninggalkan Barcelona usai empat musim.