Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Bupati Gunungkidul, Badingah (dua dari kanan), meninjau kondisi Pantai Ngrenehan yang rusak diterjang banjir, Rabu (20/3/2019) /Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Banjir bandang yang menerjang kawasan Pantai Ngrenehan, Minggu (17/3/2019) menyapu dan perusak puluhan perahu, menghancurkan tempat pendaratan kapal, Posko SAR dan sejumlah warung milik pedagang. Dampaknya, denyut perekonomian di pantai yang berlokasi di Desa kanigoro, Desa saptosari ini lumpuh total.
Bupati Gunungkidul, Badingah, meninjau langsung kondisi Pantai Ngrenehan, Rabu (20/3). Kunjungan dilakukan untuk mengetahui secara langsung kerusakan sekaligus mendata bantuan yang dibutuhkan masyarakat.
Badingah mengatakan jajarannya langsung menangani bencana alam yang terjadi di Bumi Handayani. Melalui Surat Keputusan (SK) Bupati No. 88/2019, penanganan pascabencana diprioritaskan pada perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam. Menurut Badingah, Pemkab menginstruksikan kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terjun ke lokasi bencana. “Saya sudah instruksikan ke Wakil Bupati, Sekda, dan semua pimpinan OPD untuk mengatasi bencana banjir yang terjadi sesuai dengan SK yang diterbitkan pada 6 Maret 2019,” ujar Badingah, Rabu (20/3/2019).
Bupati menjelaskan situasi darurat bencana masih ditetapkan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Menurut Badingah, kawasan pantai merupakan kawasan sangat vital karena banyak wisatawan yang berkunjung. “Kejadian ini [banjir di kawasan pantai] menjadi perhatian kami agar bisa membenahi sehingga bisa cepat selesai dalam waktu dekat,” katanya.
Camat Saptosari, Jarot Hadiatmojo, mengungkapkan akibat banjir kondisi perekonomian di Pantai Ngrenehan lumpuh total. Kerusakan tak hanya terjadi di kawasan pendaratan perahu. Sebagian besar perahu milik para nelayan juga rusak. Demikian juga warung dan beberapa fasilitas lainnya. “Nelayan tidak bisa melaut karena tingginya debit air yang menggenangi kawasan Pantai Ngrenehan,” ucapnya.
Menurut Jarot, jumlah kerugian yang diderita oleh para nelayan mencapai Rp1 miliar. Selain itu, dampak banjir mempunyai efek di sektor lain. “Pedagang tidak bisa berjualan karena tempat pengolahan ikan dan warung rusak. Dampaknya, wisatawan tidak ada yang datang,” katanya. Hingga kini perbaikan di Pantai Ngrenehan terus dilakukan dengan cara penimbunan tanah yang dikerjakan secara swadaya oleh nelayan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
PSIM Jogja kalah 1-3 dari Arema FC di Super League 2025/2026. Van Gastel soroti start buruk dan kesalahan individu pemain.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.