APBN 2027 Alokasikan Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK Daerah
Gaji PPPK di lingkungan pemda ditanggung pemerintah pusat mulai 2027 dengan anggaran Rp23 triliun dalam APBN 2027.
Sandiaga Uno. /Antara-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA- Ada yang bikin heboh dalam kunjungan Sandiaga Uno, cawapres no urut 02 di Sleman, Sabtu (23/3/2019).
Seorang mahasiswi Jogja secara terang-terangan meminta dijadikan istri kedua Sandiaga Uno. Permintaan itu disampaikan Vincentia Tiffani sang mahasiswi kepada Sandiaga Uno saat, Sandiaga berdialog.
Tiffani langsung mengungkapkan permintaan itu ke Sandi. "Pak tolong dijawab, apakah saya bisa menjadi istri kedua Bapak?" tanya Tiffani yang disambut tawa warga lainnya.
Di halaman profilnya tersebut pula, Vincentia Tiffani mencantumkan pekerjaannya. Dia menulis penyiar radio dan model paruh waktu alias freelance.
Di fitur Instastory terakhirnya, Vincentia Tiffani mengabadikan sosok Sandiaga Uno mengenakan kaus biru yang tengah memberikan pemaparan.
Disinyalir, itu merupakan momen ketika dirinya mengajukan diri menjadi istri kedua mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia tersebut.
Di Instastory tersebut, Vincentia Tiffani juga mengekspresikan kekagumannya terhadap sosok Sandiaga Uno melalui tulisan sambil me-mention akun @sandiuno.
"Bapak @sandiuno di hadapanku (emoji hati) jatuh cinta!!" tulis Vincentia Tiffani.
Tapi tampaknya, pertanyaan Vincentia Tiffani ke Sandiaga cuma kelakar semata. Sebab, di linimasa Instagram miliknya, terlihat Vincentia Tiffani bersama dengan seorang pria yang diduga kekasihnya.
Meski cuma kelakar, pertanyaan Vincentia Tiffani cukup membuat Sandiaga Uno mesem-mesem dan serba salah.
Sebelumnya, pertanyaan Vincentia Tiffani ke Sandiaga Uno terekam dalam video yang beredar di jejaring sosial Twitter.
Rekaman itu diunggah oleh pengguna akun instagram @putrabanten80, Sabtu (23/3/2019).
Momen itu terjadi saat peluncuran Rumah Siap Kerja dan Pelatihan OK OCE di warung kopi Cengkir Heritage Resto and Coffee di Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu 23 Maret 2019.
Di video yang diunggah oleh @putrabanten80, terlihat seorang wanita cantik yang mengaku bernama Tiffany dengan malu-malu mengajukan pertanyaan ini ke Sandiaga Uno.
"Pak, boleh mengajukan satu pertanyaan lagi? Tapi dijawab dengan jujur ya pak dan lebih lengkap kalau bisa. Boleh nggak pak saya jadi istri ke-dua bapak?" ujar wanita itu dengan malu-malu dan tersenyum sipu.
Pertanyaan Tiffany disambut riuh orang-orang yang hadir di sana. Tiffany pun tertawa ngakak dan terlihat salah tingkah dengan pertanyaannya sendiri.
Sandiaga Uno pun bertanya ke para ibu di sana: "Gimana ibu-ibu?" Mereka pun kompak riuh menjawab pertanyaan Sandiaga Uno tersebut: "Jangan!"
"Tiffany terima kasih atas pertanyaannya. Yang ke-dua lebih baik tidak dijawab. Sebab kalau dijawab, akan bermasalah selama paling tidak lima tahun ke depan," jawab Sandiaga Uno disambut riuh orang-orang di sana.
Kicauan tersebut di-retweet oleh Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Sambil berkelakar, Dahnil berkicau bingung ingin me-mention ke siapa. Akhirnya dia me-mention Faldo Maldini, salah satu juru bicara BPN Prabowo-Sandi.
"Bang @sandiuno, gw mau mention ke siapa yaaaaa.... mpoooook. :-) ke si @FaldoMaldini aja lah," kicau akun @Dahnilanzar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Gaji PPPK di lingkungan pemda ditanggung pemerintah pusat mulai 2027 dengan anggaran Rp23 triliun dalam APBN 2027.
Rusia memperingatkan NATO bahwa aktivitas militer di sekitar Kaliningrad meningkatkan risiko konflik bersenjata langsung.
Dinsos PPPA Kulonprogo menemukan pensiunan ASN menerima bansos. Penerima yang tidak layak diminta sadar dan dapat diganti sesuai kondisi.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.