UNBK 2019: 6 SMK di Bantul Masih Numpang Ujian di Sekolah Lain

Ilustrasi persiapan UNBK. - Solopos/M. Ferri Setiawan
25 Maret 2019 09:42 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Sebanyak enam sekolah menengah kejuruan (SMK) di Bantul menumpang ujian saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini. Keenam sekolah tersebut terpaksa menumpang karena minimnya fasilitas ujian dan jumlah siswa tidak mencapai standar minimal 20 orang.

"Total ada 36 siswa dari enam SMK yang mengikuti ujian menumpang di SMK lainnya," kata Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Wilayah Bantul, Suhirman, disela-sela mendampingi Bupati Bantul Suharsono, meninjau pelaksanaan UNBK di SMK Negeri 1 Bantul, Senin (25/3/2019).

Suhirman mengatakan keenam SMK yang menumpang UNBK tersebut masing-masing SMK Nuzula Husada menumpang ke SMK Arrahmah Srandakan; SMK Teknologi Induk Bantul ke SMK Sanden; SMK Buwana Karya ke SMK Pandak; SMK YIPK ke SMK Pleret; SMK Santo Paulus ke SMK Putratama Sedayu; dan SMK Dharma Bhakti ke SMK 17 Bantul.

Dia mengklaim jumlah sekolah yang menumpang tersebut masih sama dengan UNBK tahun lalu, karena jumlah siswa dan fasilitas ujian yang belum memungkinkan untuk menggelar UNBK mandiri. "Semoga UNBK tahun depan bisa mandiri," ujar Suhirman.

Selain itu, dia juga berupaya mempercepat sesi UNBK dari tiga sesi menjadi dua sesi. Untuk itu, dia mengaku sudah ada beberapa sekolah yang menyelenggarakan UNBK dua sesi, bahkan datu sesi, karena fasilitas komputer dan jaringan cukup memadai.

"Tiap tahun selalu ada penambahan komputer. Penambahan jumlah maupun jaringan. Supaya siswa juga nyaman," kata Suhirman.

Secara keseluruhan UNBK SMK di Bantul kali ini diikuti sebanyak 5.752 siswa yang terdiri dari 49 SMK. Suhirman mengaku sejauh ini belum menerima laporan siswa yang tidak bisa mengikuti ujian. Pelaksanan UNBK SMK digelar sampai 28 Maret mendatang.

Bupati Bantul Suharsono mengaku sejauh pantauannya proses UNBK hari pertama berjalan lancar, tanpa ada kendala. Semua komputer dan jaringan internet dapat tidak ada hambatan. Dalam kunjungan ini, Suharsono hanya memantau dari luar ruang ujian, kemudian berbincang-bincang dengan guru dan staf di SMK 1 Sewon.

Ikut dalam rombongan Bupati Bantul, beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah, di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis dan Insektur Bantul Hermawan.