Solo Prioritaskan Guru dan Nakes di CASN 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Penampilan salah satu band indi Olski dalam Musik Malam TBY, Selasa (26/3/2019)./Istimewa-Olski
Harianjogja.com, JOGJA—Eksistensi grup band indi Jogja terus didongkrak. Melalui event tahunan Musik Malam Taman Budaya Yogyakarta (TBY) yang kali ini digelar dengan mengambil tema Mainstage #4, grup-grup band indi mendapatkan ruang untuk mengeksplorasi karya-karya mereka.
Musik Malam TBY yang digelar di Panggung Terbuka TBY, Selasa (26/3/2019) malam tersebut menghadirkan sejumlah band indi Jogja, di antaranya adalah band indi yang sudah malang melintang di dunia musik indi Jogja, Sungai, serta band-band indi lain macam Olski, Mahijadedi, The Gokil Boys, dan Sabra Cadabra.
Nora, vokalis dari Sungai merasa senang bisa dilibatkan sebagai salah satu pengisi acara dalam Musik Malam TBY. Menurut dia, sebagai event parade grup band indi, Musik Malam TBY terbilang unik.
Di Musik Malam TBY, kata dia, tidak terpatok pada satu genre tertentu. Semua genre diakui dia bisa masuk ke Musik Malam TBY. “Seneng banget soalnya nggak terpaut genre, dari awal sampai akhir beda-beda, jadi bisa ngasih ruang lebih banyak pada band indi buat eksplorasi,” kata Nora ditemui seusai tampil di Musik Malam TBY, Selasa.
Dalam event tersebut, Sungai membawakan single terbaru mereka yang berjudul Esa. Lagu ini diciptakan oleh salah satu musikus indi Jogja yang telah meninggal dunia, Erwin Zubiyan. “Lagu ini mengandung perasaan sentimentil dari kami semua, makannya di single kemaren kami kasih in memoriam Erwin Zubiyan," kata Nora.
Sementara salah satu personel Olski, Diki Mahardika juga mengaku gembira diberikan kesempatan tampil dalam Musik Malam TBY. “Apalagi event ini kan lintas genre. Bagi kami, Musik Malam TBY jadi ajang silaturahmi dan kumpul antara musisi, dan juga penikmat musik. Cukup kaget juga, karena ternyata ada yang jauh-jauh dari Klaten dateng untuk nonton,” ucap dia.
Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Dokumentasi dan Informasi Seni Budaya TBY, Siswati mengatakan Musik Malam TBY bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya dan memberikan ruang berekspresi bagi masyarakat, khususnya para pelaku seni musik, lebih khususnya anak-anak muda.
Menurut Siswati, selama ini ruang untuk mereka masih sangat kurang. Siswati bersyukur, kegiatan yang digulirkan sejak 2017 itu mendapat sambutan sangat positif dari para pelaku seni musik, khususnya yang selama ini berkarya dan tampil di Jogja.
Siswati menambahkan panitia Musik Malam TBY berupaya semua jenis aliran musik bisa mendapatkan porsi untuk tampil. Pasalnya masing-masing jenis aliran musik, tentu memiliki penggemar dan komunitas. "Semua harus kami beri ruang," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.