Pentas Budaya di Jomegatan Perkuat Kampung Budaya

Salah satu tarian dalam pentas budaya Niti Budoyo di Dusun Jomegatan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, pekan lalu. - Istimewa/Dispar DIY
27 Maret 2019 21:42 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sanggar Budaya Niti Budaya di Dusun Jomegatan, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, menggelar pentas budaya dan kesenian di gedung serbaguna, dusun setempat Jumat malam, pekan lalu. Pentas budaya tersebut untuk menguatkan kembali Dusun Jomegatan sebagai kampung wisata budaya.

Pentas budaya yang dihadiri lebih dari 200 warga itu diisi dengan tarian, ketoprak abdi dalem, macopat, paduan suara berbahasa jawa. Selain itu ada juga pertunjukan gejog lesung.

Pentas budaya tersebut juga dihadiri pejabat Dinas Pariwisata DIY; Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Purbodiningrat; serta perwakilan dari Pemkab Bantul hingga Kelurahan Ngestiharjo.

Bambang Wahyu Sugiantoro, Pendamping Budaya Niti Budoyo di Desa Ngestiharjo, mengatakan pentas budaya di Dusun Jomegatan merupakan merupakan salah satu ekspresi pelaku seni dan budaya serta masyarakat setempat untuk menggugah kembali peran masyarakat dalam mengembangkan seni budaya serta menjaga kunjungan wisatawan agar tetap ramai.

Menurut dia, potensi budaya di Dusun Jomegatan sudah ada sejak lama, namun secara legal formal, grup kesenian yang dinaungi di bawah Niti Budoyo itu baru ada sejak 2015 lalu. Sampai saat ini sanggar Niti Budoyo sering pentas selain di Dusun Jomegatan juga di beberapa tampat.

Karena potensi budayanya yang cuku banyak dan masih bertahan, Dusun Jomegatan sempat ramai dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Wisatawan datang untuk belajar kesenian dan ada wisatawan yang hanya sekedar untuk menyaksikan seni dan budayanya. "Kegiatan pentas budaya Jumat malam lalu itu untuk menggerakkan kembali semua masyarakat agar menyadari besarnya potensi budaya di Dusun Jomegatan, sehingga masyarakat ikut berpartisipasi mengembangkan wisata dan budayanya," kata Bambang, Rabu (27/3/2019).

Dia mengatakan pentas budaya yang dibiayai oleh Dinas Pariwisata DIY itu berlangsung meriah hingga selesai, meski saat acara berlangsung kondisi hujan. Warga cukup antusias mengikuti acara. Sejumlah wisatawan juga terlihat hadir untuk menyaksikan pentas tersebut.

Kasi Pengelolaan Objek dan Daya Tarik Wisata Dispar DIY RR. Titik Fatmadewi mengapresiasi pentas budaya tersebut. Dia berharap atraksi itu bisa jadi daya tarik bagi wisatawan. "Lagipula seni tradisional kalau tidak dihidupkan, lama kelamaan akan menghilang," ucap dia.