Ini Akses Jalan Menuju Tempat Parkir Menara Kopi Kotabaru Jogja
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Kegiatan pelatihan branding desa wisata berbasis teknologi informasi di Balai Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Bantul, Minggu (31/3/2019). /Ist-Unriyo.
Harianjogja.com, BANTUL—Warga Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Bantul diberikan pelatihan terkait branding desa wisata berbasis teknologi informasi (TI) oleh tim dari Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo), Minggu (31/3/2019). Kegiatan yang diikuti sedikitnya 200 warga desa itu melibatkan sekitar 50 dosen serta puluhan mahasiswa. Selain soal pemasaran, warga juga diberikan pelatihan manajemen bencana dan penanganan korban serta pemeriksaan kesehatan.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Unriyo Hamzah menjelaskan selain bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan itu juga merupakan rangkaian Dies Natalis Unriyo ke-10 sehingga melibatkan banyak dosen dan mahasiswa. Pemilihan Desa Wonolelo karena pihaknya melihat banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan, sehingga diberikan pelatihan branding wisata berbasis teknologi informasi. Di sisi lain karena kawasan Imogiri termasuk daerah rawan bencana, pihaknya memberikan bekal kepada warga terkait manajemen bencana.
“Sehingga dosen dan mahasiswa dari berbagai fakultas yang terlibat bisa menerapkan ilmunya melalui pelatihan kepada masyarakat ini. Program pemberdayaan ini menjadi penerapan berbagai penelitian yang dilakukan dosen,” terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Senin (1/4/2019).
Pria yang juga menjadi Ketua Dies Natalis Unriyo ke-10 ini menambahkan program itu diharapkan memberikan dampak kepada warga terutama untuk pemberdayaan ekonomi, tentu harapannya ke depan Wonolelo bisa menjadi desa wisata yang mampu menyangga kota. Pemberian materi itu dilakukan dengan sangat menyesuaikan kondisi dan potensi desa tersebut.
Ketua Panitia Kegiatan Tjahjono mengatakan secara umum ada empat hal yang diberikan kepada warga. Antara lain, pelatihan manajemen bencana sekaligus penanganan korban, branding desa wisata dan penggunaan medsos untuk pemasaran. Serta pemeriksaan kesehatan dan konsultasi gizi dan pemeriksaan alat gerak dan konsultasi fisioterapi.
“Dengan diberikan pelatihan branding ini, harapannya warga bisa mempromosikan potensi desa wisata menggunakan teknologi informasi seperti medsos,” katanya.
Kepala Desa Wonolelo Imogiri Bantul Ahmad Furqon mengatakan, sebenarnya banyak potensi wisata di desanya salah satunya Puncak Pogok di Dusun Puworejo yang saat ini menjadi unggulan serta beberapa titik lainnya. Namun ia mengakui masih perlu ditingkatkan lagi agar bisa kenal masyarakat luas.
“Oleh karena itu kami mengundang berbagai pihak untuk bekerja sama termasuk dengan menggandeng Unriyo ini. Selain wisata ada juga seperti usaha kecil yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.