Olah Sampah Jadi Energi, Pekerja GO-SARI Kini Dilindungi BPJamsostek
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
Salah seorang pasien katarak (kiri) usai dioperasi di RS Puri Husada, Minggu (7/4/2019). /Harian Jogja-Abdul Hamied Razak.
Harianjogja.com, JOGJA- Kasus penyakit katarak di DIY semakin tahun terus bertambah. Hal itu seiring dengan bertambahnya angka usia harapan hidup masyarakat.
Ketua Perdami Jogja Profesor Suhardjo mengatakan saat ini penderita katarak di DIY bukan makin turun tetapi kian banyak kasusnya. Hal ini terkait dengan usia warga yang semakin panjang. "Menunda katarak tidak bisa karena ini usia lanjut," katanya di sela-sela kegiatan operasi katarak gratis kerja sama Kuku Bima Energi, Widjanarko Center, RS Puri Husada dan Perdami Jogja, Minggu (7/4/2019).
Jika dulu yang dioperasi katarak adalah mereka yang betul-betul orang buta (lansia), saat ini yang dioperasi usianya masih produktif. Mereka menjadi tulang punggung bagi keluarganya. "Sekarang yang dioperasi masih bekerja, penderita katarak, pasti aktivitasnya terganggu dan tidak bisa berbuat maksimal bagi keluarga," katanya.
Direktur Rumah Sakit Puri Husada JB Subroto, menambahkan saat ini teknologi operasi katarak terus berkembang. Selain tidak sakit dan bisa tanpa jahitan, lama operasi tidak berlangsung lama. Total pasien yang di operasi sebanyak 65 pasien dari 200 orang yang discreening. "Operasi katarak dilakukan untuk membantu pasien agar bisa melihat kembali. Normalnya, biaya operasi Rp6 juta, tetapi kami lakukan secara gratis," katanya.
Diakuinya, kasus penyakit katarak di wilayah DIY juga cukup tinggi. Semakin tinggi angka harapan hidup, semakin besar potensi resiko penderita mengalaminya. "Jadi angkanya dinamis, seiring dengan semakin tingginya angka harapan hidup di DIY," kata dosen Fakultas Kedokteran UGM ini.
Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengaku ia pernah melakukan operasi katarak beberapa tahun lalu. Menurutnya, katarak lebih disebabkan faktor usia. Untuk membantu pasien katarak, sejak 2011 hingga tahun ini sudah 238 rumah sakit dibantu untuk operasi katarak gratis dengan total pasien yang ditangani sebanyak 52.000 mata. "Angka penderita katarak sekitar 2,4 juta dengan penambahan setiap tahun sekitar satu persen atau 240.000," katanya.
Tahun ini, Sido Muncul menargetkan operasi katarak setidaknya bagi 12.000 mata di sejumlah rumah sakit di Indonesia. "Memenuhi target tersebut tidak mudah. Selain rumah sakit dan Perdami terbatas, mencari pasien juga tidak mudah. Apalagi saat ini operasi ditanggung BPJS Kesehatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
Bruno Fernandes mengaku bangga mencetak hattrick saat Manchester United menang 5-2 atas Ipswich Town di Liga Inggris 2026/2027.
Mau beli HP bekas untuk membuat konten? Simak tips memilih smartphone untuk video, editing, dan live streaming, mulai dari kamera hingga chipset.
Carlos Pena mewaspadai PSIM Jogja pada laga perdana Super League 2026/2027. Persita membawa ambisi setelah membenahi kelemahan musim lalu.
Marc Marquez mengaku sempat melakukan kesalahan besar sebelum akhirnya menjuarai MotoGP Aragon 2026. Simak pengakuan lengkap pebalap Ducati tersebut.
Sinopsis film Siti si Vampir yang dibintangi Satine Zaneta dan Ciccio Manassero. Film horor komedi ini tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.