Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Surjati menunjukkan serangan wereng di lahannya yang berlokasi di Karanggayang, Piyungan, Bantul pada Senin (8/4/2019). /Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim (ST16).
Harianjogja.com, BANTUL –Wereng menjadi persoalan yang terus menghantui para petani. Petani harus merugi, karena sudah mengeluarkan modal material dan tenaga untuk mengolah sawah, namun hasil panen tidak sesuai harapan.
Kenyataan itu dialami banyak petani di Bantul, salah satunya Surjati di Karanggayam, Piyungan, Bantul. Ia sangat mengeluhkan serangan hama wereng yang membuat hasil panen di lahan yang digarapnya tidak tidak sesuai harapan.
Ia tak dapat memperkirakan lagi berapa jumlah kerugian yang diderita dari lahan yang ia Tanami padi seluas 2.000 meter persegi. Padi-padi tersebut tidak bisa tumbuh subur, bulir-bulirnya cenderung tak dapat berisi beras pada umumnya.
“Untuk panen tahun in saja sawah saya yang berukuran 2.000 meter cuma bisa panen sekitar 27 kilogram, sisanya ya dimakan wereng. Bisanya kalau nggak dimakan wereng ya bisa lebih, berlipat-lipat,” kata Surjati ketika ditemui Harian Jogja pada Senin (8/4/2019).
Ia menambahkan, wereng memang kerap menyerang lahannya serta sejumlah lahan petani lainnya yang masih satu kawasan. Hampir sebagian besar petani di kawasan itu kesulitan membasmi jenis wereng tersebut. Surjati pun sudah sering menyemprotkan pestisida ke lahannya, namun wereng tak kunjung hilang.
Surjati sangat berharap kepada pemerintah membantu mengatasi persoalan tersebut. “Tiap tahun memang langganan diserang dan itu tiap tahun saya merugi terus. Soalnya wereng kan bisa masuk ke dalam padi. Ya saya harap pemerintah bisa turun tangan langsung untuk membantu, supaya masalah wereng ini bisa diatasi. Saya capek rugi terus, sudah disemprot pestisida juga masih datang lagi werengnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.