Sejumlah calon peserta PPDB 2018 mengisi formulir untuk mendaftar sekolah, Selasa (3/7/2018).Harian Jogja-Uli febriarni
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja akan menyelenggarakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP lebih awal untuk jalur zonasi jarak. Hal itu dilakukan, bertujuan untuk memberikan akses yang lebih luas kepada warga Kota Jogja untuk memperoleh pendidikan. Setelah PPDB zonasi jarak, PPDB akan dilakukan bertahap.
Plt Kepala Disdik Kota Jogja, Budi Ashrori mengungkapkan mengaku jawatannya masih menyusun tata kala pelaksanaan PPDB. Diperkirakan jadwal pelaksanaan PPDB berlangsung pada akhir Juni atau awal Juli. Nantinya, jadwal pelaksanaan PPDB untuk kategori zonasi mutu, mutasi orang tua dan zonasi luar daerah disamakan dengan PPDB di kabupaten lain di DIY.
Sedangkan untuk kategori bibit unggul dan zonasi wilayah dilakukan lebih awal. Namun, jadwal pelaksanaan keduanya tetap kontinu.
"Meskipun dilakukan lebih awal, paling hanya satu atau dua hari lebih cepat dan kemudian menyambung dengan jadwal serentak," ujarnya, Selasa (9/4).
Ia menambahkan jika calon siswa dari Kota Jogja dinyatakan tidak lolos seleksi PPDB untuk zonasi jarak, calon siswa yang bersangkutan masih bisa mendaftar melalui PPDB kategori zonasi mutu atau berdasarkan nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SD.
Pada PPDB SMP tahun ajaran 2019/2020, Disdik Kota Jogja menetapkan dua sistem, yaitu calon siswa dalam zonasi untuk siswa dari Kota Jogja dan luar zonasi untuk calon siswa dari luar Kota Jogja.
Sistem dalam zonasi kemudian dibagi dalam empat kategori, yaitu bibit unggul (kuota 10% dari total kapasitas SMP negeri di Kota Jogja), kategori zonasi wilayah (kuota 30% termasuk alokasi 2% untuk disabilitas), zonasi mutu (berdasarkan hasil USBN 40% dan zonasi ekonomi tidak mampu (10%).
Sementara itu, untuk sistem luar zonasi terdiri dari alokasi 5% mutasi orang tua atau kemaslahatan guru dan penduduk dari luar daerah (menggunakan nilai USBN).
Dikaji Khusus
Di sisi lain, penetapan sistem zonasi PPDB untuk SMA/SMK di DIY kembali mundur. Diperkirakan ada keistimewaan bagi pendaftar dengan zonasi Kelurahan Terban.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY, Didik Wardaya menjelaskan pertimbangan kajian zonasi juga memperhitungkan wilayah yang kecil, seperti misalnya 45 kelurahan di Kota Jogja dan satu kelurahan di Wates, Kulonprogo.
"Nah, kami harapkan masing-masing kelurahan masuk di dalam zona. Kecuali Terban yang dalam satu kelurahan ada dua sekolah. Khusus Terban bisa pilih SMA N 6 Jogja dan SMA N 9 Jogja. Tetapi masih ditambah dengan beberapa desa di luar Kota Jogja, artinya ada di Sleman, Bantul, contohnya," kata dia, Selasa.
Ia mengakui menata zonasi PPDB DIY memiliki kerumitan tersendiri. Apalagi, Disdikpora DIY dan Pemkot Jogja belum sepakat perihal tanggal PPDB. Didi menerangkan masih ada beberapa kali pertemuan bersama.
Dimungkinkan, aturan zonasi PPDB baru akan selesai pada pertengahan April 2019 dan secara garis besar tidak jauh berbeda, dengan apa yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri No.51/2018 tentang PPDB pada peserta TK, SD, SMP, SMA dan SMK.
Disinggung rencana Disdik Kota Jogja yang berencana menggelar PPDB sistem zonasi lebih awal, menurut Didik jadwal pelaksanaan paling awal PPDB zonasi, baru bisa dilakukan setelah Idulfitri, yaitu sekitar akhir Juni atau Juli.
Menurut dia, sesungguhnya jadwal PPDB di awal bisa dilakukan untuk pendaftaran kelas khusus olahraga dan kelas inklusi. "[Untuk penetapan jadwal zonasi] Kami masih pertimbangkan Ramadan, Idulfitri. Secara garis besar seperti itu, tetapi kalau Permen, kami akan jadikan acuan," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Disdikpora DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan Disdikpora berupaya seoptimal mungkin dalam menerjemahkan dan menerapkan Permen yang mengatur PPDB. Penentuan zona harus dilakukan dengan hati-hati dan harus dimatangkan. "Agar tidak ada anak yang tidak mendapat kesempatan, karena dia tidak menjadi zona satu," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.