Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kampanye menolak kekerasan terhadap anak./Antara-Didik Suhartono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah anak telantar di Kabupaten Gunungkidul setiap tahun terus menurun. Anak terlantar adalah seorang anak berusia enam tahun sampai dengan 18 tahun, meliputi anak yang mengalami perlakuan salah dan ditelantarkan oleh orang tua atau keluarga atau anak kehilangan hak asuh dari orang tua.
Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul, Wijang Eka Aswarna, mengatakan upaya yang dilakukan Dinsos untuk menurunkan angka anak terlantar ada dua versi yaitu rehabilitasi dan pemberdayaan. "Rehabilitasi anak jalanan dengan cara menjalankan fungsi panti sosial. Sedangkan pemberdayaan adalah memberikan pelatihan kepada anak telantar," ujarnya kepada Harian Jogja, Minggu (14/4/2019).
Wijang menegaskan sesuai dengan Undang-Undang No.23/2014 tentang Pemerintah Daerah, panti sosial menjadi kewenangan Dinsos Provinsi DIY. Fungsi Dinsos Gunungkidul yakni menjalankan fungsi sosial pascarehabilitasi. Hal tersebut menjadi kunci pengurangan anak telantar yang ada di Bumi Handayani. "Indikatornya berjalannya fungsi sosial yakni anak bisa bergaul secara normal dengan masyarakat lainnya," kata dia.
Kepala Seksi Bina Rehabilitasi Sosial Dinsos Gunungkidul, Winarto, menuturkan anak telantar yang diambil dari keluarga tidak mampu akan dibina dan dibimbing bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul. Menurut Winarto, pemberdayaan yang dilakukan dengan memberikan pelatihan sederhana. "Kami ajarkan mereka untuk beternak ayam karena mereka bukan usia kerja," ucap Winarto.
Dia menyatakan pelatihan anak telantar diserahkan kepada orang tua guna membantu meningkatkan ekonomi. Adapun setiap tahunnya ada 50 anak yang dibina dengan anggaran Rp40 juta per tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.