Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Ilustrasi khitan./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman menggelar khitanan massal untuk ratusan anak, guna memeriahkan HUT ke-103 kabupaten tersebut. Kegiatan bakti sosial (baksos) ini dapat diikuti dengan gratis.
Khitanan massal digelar di puskesmas rawat inap di Dusun Nyaen, Pandowoharjo, Sleman pada Sabtu (20/4/2019). Acara tersebut menargetkan 103 anak.
Koordinator Bidang Baksos HUT ke-103 Kabupaten Sleman, Bambang Suharjana, mengatakan sasaran peserta khitanan massal adalah anak usia SD dan diutamakan warga Kabupaten Sleman.
Jumlah 103 anak mengacu pada usia Kabupaten Sleman yang memasuki 103 tahun. Hingga pelaksanaan khitanan massal, ada sebanyak 70 anak yang mendaftar.
“Kuota pendaftaran yang tersisa 33 orang tetap kami buka hingga sebelum pelaksanaan HUT Kabupaten Sleman 15 Mei 2019 nanti,” kata Bambang, Sabtu.
Dikatakannya, khitan merupakan sunah nabi dan berguna membersihkan kotoran (smegma) di kulit yang menutupi ujung penis (preputium). “Smegma dan sisa air kencing tersembunyi di antara preputium yang menutupi penis. Jika sudah disunat kotoran tersebut akan bersih,” jelasnya.
Dalam bakti sosial tersebut Pemkab Sleman melibatkan tenaga medis dokter RSUD dan puskesmas serta Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sleman.
”Kami juga menggandeng Baznas yang memberikan paket bantuan terdiri dari tas, buku, sarung dan uang saku serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman yang memberikan bibit tanaman buah pada anak-anak peserta khitanan massal,” ujarnya.
Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang hadir membuka acara khitanan masal, mengatakan sangat mendukung kegiatan tersebut. Kegiatan ini merupakan upaya Pemkab Sleman meningkatkan kesehatan masyarakat.
Menurutnya kegiatan khitanan massal bermanfaat untuk mendidik masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat. “Secara langsung maupun tidak langsung, khitanan massal ini dapat menanamkan pendidikan kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan diri sejak dini,” kata Muslimatun.
Muslimatun berharap kegiatan baksos membawa manfaat dan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi medis maupun ajaran agama Islam. “Khitan mempunyai manfaat yang sangat penting bagi kesehatan, karena dapat membersihkan kotoran yang tersembunyi pada alat vital laki-laki,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.