Sekdes Menduga Ketua KPPS di Sleman Bunuh Diri karena Masalah Pribadi

Ilustrasi pemungutan suara. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
19 April 2019 21:27 WIB Yogi Anugrah & Nugroho Nurcahyo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sekretaris Desa Tridadi Johan Enry menduga Tugiman, Ketua KPPS Desa Tridadi, bunuh diri karena masalah pribadi.

Johan Enry menggali informasi mengenai peristiwa itu kepada tetangga mendiang Tugiman. Menurut dia, warga sekitar menyatakan Tugiman tidak menanggung beban sebagai Ketua KPPS.

Sebelum bunuh diri, Tugiman tidak mengeluh soal beban menjadi Ketua KPPS Tridadi,

“Tetapi memang [hasil penghitungan suara] TPS 21 baru sampai PPK [Panitia Pemilihan Kecamatan] jam 2-3 [Kamis, 18/4/2019 dini hari]. Tetapi tidak ada keluhan [dari mendiang Tugiman],” ujar Johan kepada Harian Jogja, Jumat (19/4/2019).

Tugiman, 53, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 21 Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, gantung diri di belakang rumahnya di Dusun Murten, Desa Tridadi, Jumat sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapolsek Sleman Kompol Sudarno mengatakan anak korban masih melihat Tugiman berada di samping rumah pada Jumat pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

“Lalu, pada pukul 09.00 WIB, saksi mendengar ada suara seperti seng jatuh,” kata Kapolsek, Jumat petang.

Kemudian, pada pukul 11.00 WIB, anak dan istri melihat korban sudah gatung diri di pojok kanan belakang rumah. “Dari pemeriksaan, korban murni gantung diri dan tidak ditemukan bekas penganiayaan di tubuh yang bersangkutan,” ujar Kapolsek.

Namun, Sudarno belum bisa memastikannya penyebab Tugiman gantung diri. “Dari keterangan keluarga tadi juga bilang kalau tidak ada masalah di keluarga maupun di TPS,” ucap Kapolsek.

Camat Sleman Eko Suhargono mengatakan Tugiman telah menyelesaikan tugasnya sebagai Ketua KPPS dengan baik. “Kemarin juga ke sini membawa hasil pemungutan suara, masih bertemu dan ngobrol, jadi saya tidak bisa menduga-duga penyebabnya,” kata dia.