Advertisement

Pemda DIY Uji Coba Car Free Day Kepatihan, Dorong ASN Kurangi Emisi

Lugas Subarkah
Sabtu, 24 Januari 2026 - 04:37 WIB
Jumali
Pemda DIY Uji Coba Car Free Day Kepatihan, Dorong ASN Kurangi Emisi Sejumlah ASN Pemda DIY memasuki kompleks Kepatihan menggunakan sepeda dalam uji coba Car Free Day, Jumat (23/1/2026). - ist Humas Kepatihan

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menggelar uji coba Car Free Day di lingkungan Kepatihan pada Jumat (23/1/2026) sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi dan perubahan pola mobilitas ASN.

Dalam uji coba tersebut, ASN Pemda DIY datang ke Kepatihan dengan berbagai moda transportasi ramah lingkungan, seperti sepeda dan layanan Trans Jogja. Sementara ASN yang tidak memungkinkan menggunakan kedua moda tersebut tetap diperbolehkan membawa kendaraan pribadi, dengan ketentuan memarkirkan kendaraan di Tempat Parkir Khusus (TKP) Ketandan.

Advertisement

Pemda DIY menetapkan sejumlah pengecualian kendaraan yang tetap diperbolehkan masuk kawasan Kepatihan, yakni kendaraan dinas Gubernur dan Wakil Gubernur, kendaraan tamu VIP dan VVIP, kendaraan jabatan atau operasional berpelat merah dalam kondisi tertentu, ambulans, pemadam kebakaran, kendaraan difabel, serta sepeda kayuh.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan uji coba ini menjadi tahap awal untuk melihat respons ASN, kesiapan fasilitas, serta dampaknya terhadap aktivitas di Kepatihan.

“Nantinya akan menjadi bahan evaluasi kami. Terutama jika nantinya diberlakukan pedestrianisasi, atau bagaimana kita menanamkan kesadaran bagi ASN untuk mengurangi emisi,” katanya.

Menurutnya, Car Free Day juga berfungsi sebagai sarana membangun kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan, mengingat selama ini kawasan Kepatihan masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi.

“Jika hasil evaluasinya bagus, mungkin bisa diimplementasikan juga di kantor-kantor di luar Kepatihan. Kita lihat saja nanti apakah ada komplain atau tidak,” paparnya.

Pemda DIY menegaskan penerapan kebijakan ini tetap fleksibel agar layanan publik dan aktivitas pemerintahan tidak terganggu.

“Untuk tamu, selama mereka bisa menunjukkan kepentingan bertamu, ya dipersilakan masuk. Begitu juga untuk kendaraan dinas yang benar-benar digunakan untuk operasional, itu masih memungkinkan untuk dipakai,” ungkapnya.

Dalam uji coba ini, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut menggunakan Trans Jogja. Sekda DIY berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh sekaligus sarana sosialisasi kepada masyarakat agar semakin banyak yang beralih ke transportasi umum.

“Saya minta tolong agar hal ini disosialisasikan. Memang, Trans Jogja saat ini belum ideal sesuai harapan masyarakat. Masih banyak hal yang perlu dikembangkan, seperti akses masuk ke halte. Masalahnya sekarang, halte tidak perlu permanen, bisa menggunakan halte portabel atau bus stop yang tidak memakan badan jalan,” paparnya.

Car Free Day Kepatihan juga dinilai sejalan dengan konsep tata ruang dan mobilitas Sumbu Filosofi Yogyakarta yang menekankan pengurangan emisi.

“Lokasi kita ini berada di sumbu filosofi, mau tidak mau harus sesuai dengan management plan yang sudah ada, khususnya di ruas Margomulyo ini,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Dito Ariotedjo Diperiksa KPK, Jelaskan Kunker Jokowi ke Arab Saudi

Dito Ariotedjo Diperiksa KPK, Jelaskan Kunker Jokowi ke Arab Saudi

News
| Jum'at, 23 Januari 2026, 17:57 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement