Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Bregada Lombok Abang tampil dalam arak-arakan prosesi Ganti Duojo di Alun-Alun Sewandanan, kompleks Pura Pakualaman, Jogja, Sabtu (20/4/2019) lalu./Istimewa-Dispar DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY bersama Pura Pakualaman kembali menyelenggarakan Prosesi Pergantian Jaga Bregada (Ganti Duojo), Sabtu (20/4/2019).
Atraksi Ganti Duojo Pura Pakualaman merupakan salah satu kegiatan rutin yang diadakan oleh Dispar DIY bekerja sama dengan Pura Pakualaman DIY. Kegiatan yang dilaksanakan di Alun-Alun Sewandan Pura Pakualaman ini merupakan salah satu cara pelestarian budaya sekaligus untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke DIY, khususnya Pura Pakualaman.
Pergantian prajurit dimulai dengan prosesi upacara. Dikibarkannya bendera berwarna merah menandai dimulainya tugas Bregada Plangkir menggantikan Bregada Lombok Abang untuk menjaga Kadipaten Pura Pakualaman selama 35 hari atau selapan hari ke depan. “Prosesi pergantian bregada diakhiri dengan kegiatan mubeng beteng, yaitu para bregada berjalan mengelilingi beteng di Kadipaten Pakualaman,” kata Koordinator Pelaksana Ganti Duojo, Doni Surya Megananda melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa (23/4/2019).
Untuk menjadikan kawasan Pura Pakualaman sebagai daya tarik wisata budaya, Dispar DIY juga menghadirkan para seniman lokal dari berbagai daerah di DIY. Mereka tampil dalam pentas atraksi kesenian yang dipusatkan di Alun-alun Sewandanan.
Beberapa di antaranya Kelompok Jatilan Panji Laras dari Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, serta Sanggar Argogandes yang membawakan tari sesonderan. “Rangkaian upacaranya sudah dimulai dari Jumat [19/4/2019] malam dengan menghadirkan sarasehan dan kesenian karawitan. Puncaknya, pada Sabtu Kliwon yang dimeriahkan dengan kesenian jatilan dan jemparingan,” kata Doni.
Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Dispar DIY Arya Nugrahadi mengatakan acara tersebut terbuka bagi semua kalangan dan lapisan masyarakat. Melalui atraksi wisata budaya, dia berharap bisa menambah semarak kawasan Pura Pakualaman. “Diharapkan Alun-Alun Sewandanan bisa jadi pusat gelaran seni tradisional maupun modern yang menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan baik nusantara maupun asing,” ucap Arya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Lonjakan penumpang kereta saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus capai 778 ribu tiket. Jogja jadi tujuan favorit masyarakat.
Polisi gerebek rumah di Bantul yang diduga jual miras oplosan. Lima botol disita, operasi terus digencarkan tekan peredaran ilegal.
Ilmuwan China berhasil kloning 6 kambing perah super dengan produksi susu tinggi. Terobosan ini percepat pembiakan dan dukung ketahanan pangan.
Prancis umumkan skuad Piala Dunia 2026. Camavinga dan Kolo Muani dicoret, Mbappe tetap jadi andalan utama Les Bleus.