UKDW Bantu Siapkan SDM untuk Menyongsong Beroperasinya YIA

Kegiatan diskusi pemberdayaan masyarakat menyambut beroperasinya YIA. - Ist/UKDW.
23 April 2019 14:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) melalui Pusat Studi Pembangunan dan Transformasi Masyarakat (PSPTM), Fakultas Bisnis menyiapkan sejumlah program dalam membantu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di tengah masyarakat utamanya kaum perempuan dalam menyongsong beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo.

Dosen Fakultas Bisnis UKDW Farsijana Adeney Risakotta menjelaskan  kehadiran YIA dan bedah menoreh di DIY yang akan diikuti berbagai pembangunan jalan menghubungkan wilayah di sepanjang pantai selatan maupun di Jogja, Semarang,  Solo akan mengubah kehidupan sosial ekonomi warganya. Karena itu, kerja sama jejaring diharapkan bisa berpartisipasi membahas tentang tanggap globalisasi perempuan DIY menghadapi pembangunan NYIA, bedah menoreh, jalur selatan dan jalur Joglosemar.

“Menghadapi pembangunan YIA ini kami bekerja sama dengan koperasi konsumen griya jati rasa bekerja sama. Tujuan program ini adalah mempersiapkan anggota koperasi ini untuk terlibat ketika bukit Menoreh dibukakan sebagai rute perjalanan alternatif dari bandara YIA ke Borobudur,” terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Selasa (23/4/2019).

Ia mengatakan, terkait program ini pihaknya sudah menggelar diskusi bertajuk Perempuan DIY Mengentaskan Kemiskinan dengan Berorganisasi dalam Koperasi untuk Penguatan Industri Rumah Tangga Menyambut YIA pada Senin (22/4/2019) di Ruang Aula Lantai 2, Kantor Dinas Koperasi dan UMKM DIY.

Ia menambahkan Industri kreatif menjadi bagian dari industri rumah tangga yang akan terhubung dengan pasar dunia. Ketika rumah tangga menjadi penopang dalam industri globalisasi, maka sangat penting ada kebijakan yang melindungi anggota dalam rumah tangga yang bukan sekedar alat-alat produksi bagimpembangunan nasional.

Perlindungan pusat produksi yang berbasis industri rumah tangga, kata dia, akan lebih berdaya guna jika tersedia organisasi produksi lainnya seperti koperasi. Peran koperasi adalah pengelolaan manajemen produksi, permodalan dan pemasaran yang memungkinan peredaran uang dikontrol langsung oleh anggotanya. Berkaca pada pendampingan itu pihaknya melalui Pusat Studi Pembangunan dan Transformasi Masyarakat (PSPTM), Fakultas Bisnis, UKDW, mencanangkan program Samigaluh Tanggap Globaliasasi, upaya penguatan kelompok usaha bersama menjadi koperasi.

“Harapannya bisa bermanfaat untuk mengentaskan kemiskinan di desa. Bantuan modal mikro melalui koperasi untuk mendukung industri pengolahan yang terhubung dengan prospek pasar karena ketersediaan pemasaran melalui YIA dan kampung kargo YIA akan memastikan struktur sosial ekonomi yang adil dalam masyarakat,” ucapnya.

Dalam kegiatan itu juga dipamerkan produk antara lain Teh Ki Suko dari Kebun Teh Menoreh, Kopi Moka Ibu Marwiyah dari Kebun Kopi Menoreh, Kerajinan Kayu dari Bapak Suradi di Dusun Jaranan Bantul, Batik Tulis dari Bapak Fajar di Dusun Imogiri.