Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi penyintas kanker/Reuters-Jim Bourg
Harianjogja.com, JOGJA—Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada 2018 DIY memiliki prevalensi penderita kanker cukup tinggi yakni 4,1% dengan total 14.596 pasien. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibanding prevalensi nasional yang berada di angka 1,4% dengan total 347.729 pasien.
Dari sejumlah penyakit yang menyerang, menurut survei Global Cancer Observatory (Globocan), kanker darah menempati urutan kesembilan dalam jumlah kasus terbesar di Indonesia. Leukimia menjadi salah satu yang paling banyak ditemui, menyerang sekitar 1.213 orang, 40% di antaranya anak-anak. Hal ini disampaikan Konsultan Senior Hematologi Parkway Cancer Center (PCC) Singapura, Collin Phipps Dion, kepada wartawan di Marriot Hotel, Kamis (25/4/2019).
Ia menjelaskan leukimia merupakan salah satu jenis kanker darah yang paling sering ditemui. Selain itu, masih ada lebih dari 90 jenis kanker darah lagi yakni limfoma dan myeloma.
Ia mengatakan kanker darah sangat sulit dideteksi. Penyakit ini bisa didiagnosis pada pasien tanpa gejala apapun. Kanker darah juga tidak dipengaruhi faktor keturunan, sehingga memungkinkan semua orang untuk terserang penyakit ini. “Meski demikian, orang yang pernah menjalani kemoterapi berpotensi lebih besar untuk terserang kanker darah,” kata Collin.
Tapi ada juga beberapa pasien yang mengalami gejala seperti demam jangka panjang, kelelahan, berkeringat di malam hari, penurunan berat badan signifikan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Ia menyarankan jika kita mengalami gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter.
Sebagai upaya perawatan, transplantasi sumsum tulang adalah yang paling efektif. Transplantasi ini mengambil sel-sel sumsum tulang yang sehat dari donor dan memasukkannya ke pasien. Ia mencontohkan transplantasi ini seperti dalam kasus Ani Yudhoyono yang menderita kanker darah dan mendapat transplantasi sumsum tulang belakang dari adiknya, Edhie Wibowo.
Manajer dan Ahli Diet PCC, Fahma Sunarja, mengatakan kanker darah tidak berhubungan langsung dengan gaya hidup. Menurutnya, gaya hidup yang tidak sehat berpotensi menimbulkan penyakit tetapi bukan kanker darah. “Merokok jelas meningkatkan potensi kanker paru-paru, tapi tidak demikian dengan kanker darah,” katanya.
Ia menyatakan belum ada penelitian komprehensif yang menunjukkan hubungan langsung antara gaya hidup dengan kanker darah. Ia melihat kanker darah dapat terjadi pada siapa saja. “Yang perlu diketahui adalah bagaimana gejalanya dan apa penanganan yang tepat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.
Jakarta Garuda Jaya menghadapi Foolad Sirjan Iranian pada perempat final AVC Champions League 2026 Putra malam ini di Pontianak.
Amerika Serikat membebaskan deposit visa bagi sebagian penonton Piala Dunia 2026 dari negara tertentu pemegang tiket resmi.
Meta menguji fitur Meta AI di Threads yang memungkinkan pengguna bertanya langsung soal tren dan berita viral seperti Grok di X.
Polisi mengungkap identitas salah satu kerangka manusia yang ditemukan di Sungai Bedog Bantul, korban diketahui bernama Sumadi.