Tabrakan Sepeda Motor, Sepasang Suami di Kulonprogo Istri Luka Parah
Ilustrasi kecelakaan/Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO-Sepasang suami istri berusia lanjut harus dirawat intensif di rumah sakit usai mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan Wates-Purorejo Km 5.5 Desa Kulwaru, Kecamatan Wates, Senin (29/4/2019) petang. Keduanya menderita luka parah di beberapa bagian tubuh dan pendarahan dalam.
Identitas suami istri tersebut yakni Parno, 59 dan Mujiyem, 65. Keduanya warga Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kulonprogo. Saat kejadian pasangan tersebut tengah berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Karisma bernomor polisi AB 3055 IZ.
Kepala Unit Laka Lantas Polres Kulonprogo, Iptu Agus Kusnendar menerangkan kecelakaan bermula saat Parno bersama istrinya hendak menyebrang jalan dari sisi utara Jalan Wates-Purworejo untuk menuju ke arah barat.
Namun secara bersamaan, dari arah barat juga tengah melaju sepeda motor Honda Supra Fit AB 5541 EL yang dikemudikan Herminadi, 36, warga Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah bersama rekannya Zainal Turmudi, 26, warga Purworejo, Jawa Tengah.
Akibat jarak yang telalu dekat dan diduga pengemudi kurang berkonsentrasi, kedua kendaraan bermotor itu terlibat tabrakan. "Letak titik tabrakan berada di badan jalan sebelah selatan, sekitar dua meter dari tepi selatan jalan," kata Agus, Selasa (30/4/2019) siang.
BACA JUGA
Agus mengatakan untuk Herminadi dan Zainal mengalami luka lecet dan nyeri di beberapa bagian tubuh. Sedangkan Parno dan Mujiyem menderita luka cukup parah di bagian kepala dan patah tulang di pergelangan tangan. Ke empat orang tersebut lantas dibawa ke dua rumah sakit berbeda, Agus, Zainal dan Mujiyem di RSUD Wates, sementara Parno di Rumah Sakit Riski Amalia, Kecamatan Temon.
Salah satu saksi mata, sekaligus warga yang bermukim di sekitar lokasi kecelakaan, Didik Resdiyanto, 44, mengaku mendengar suara keras saat kecelakaan itu terjadi. Ia pun segera keluar dari rumahnya yang hanya berjarak kurang dari 10 meter dari titik kecelakaan.
"Saya lihat orang-orangnya pada terkapar, yang paling paling parah itu perempuan [Mujiyem] karena mengeluarkan banyak darah," kata Didik.
Dia mengungkapkan jalan Wates-Purorejo Km 5.5 memang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Pasalnya jalan tersebut selalu ramai dilalui kendaraan baik itu roda dua maupun kendaraan besar karena statusnya sebagai jalan nasional. Ditambah kondisi jalan yang halus membuat para pengendara memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi.
"Di sini memang sering ada kecelakaan, sudah tak terhitung jumlahnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share