BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Ilustrasi imunisasi./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, KULONPROGO—Capaian imuniasi dasar di Kulonprogo belum sepenuhnya beres menyusul adanya penolakan dari sejumlah warga karena masalah keyakinan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan capaian imunisasi di Kulonprogo rata-rata ada di kisaran 99%.
“Persentase yang terbilang baik. Semuanya tercakup, paling ada sekian persen yang tidak tercakup itu karena dia [warga] pindah dari Kulonprogo atau ada penyakit yang tidak diperbolehkan diimunisasi,” ungkapnya, Rabu (8/5/2019).
Imunisasi dilakukan pada bayi dan anak balita sesuai dengan jadwal waktunya. Meskipun capaian imuniasi di Kulonprogo tergolong baik, Baning menegaskan masih ditemukan satu-dua warga yang tidak mau diimunisasi karena masalah keyakinan.
Pelaksana Harian Kepala Dinkes Kulonprogo Ananta Kogam Dwi Korawan mengungkapkan instansinya terus berupaya mempertahankan capaian persentase imunisasi dengan memberdayakan kader posyandu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.
Dinsos Kulonprogo mencoret 40 penerima KKS setelah validasi, termasuk ASN, warga mampu, hingga data tidak valid.
Aktivitas Gunung Sinabung meningkat ditandai tremor dan gempa vulkanik. PVMBG minta warga waspada potensi erupsi.
Ekonom UGM kritik rencana penutupan prodi tak relevan industri. Pendidikan tinggi dinilai harus tetap fokus pada ilmu dan masa depan.
Jogja Financial Festival 2026 resmi dibuka di JEC, dihadiri ribuan peserta dan dorong literasi keuangan inklusif berbasis generasi muda.