Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA/SMK telah diumumkan. Meski nilai rata-rata untuk beberapa mata pelajaran meningkat jika dibandingkan dengan nilai pada 2018, Kabupaten Gunungkidul tetap menempati peringkat terbawah di DIY. Jebloknya nilai rata-rata siswa ini bakal menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan UNBK 2020.
Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kabupaten Gunungkidul, Sangkin, mengatakan meskipun persentase kelulusannya mencapai 100%, nilai rata-rata untuk jurusan IPA dan IPS masih tetap sama dengan tahun lalu. "Nilai rata-rata jurusan IPS adalah 56,10 dan IPA 60,80," ujar Sangkin, Selasa (14/5/2019).
Menurutnya, hasil UNBK tersebut menjadi bahan evaluasi dalam penyelengaraan UNBK pada 2020 agar peringkat Kabupaten Gunungkidul tidak lagi di posisi paling buncit. Dalam waktu dekat Dikmen Gunungkidul bakal mengumpulkan kepala sekolah guna mencari tahu penyebab jebloknya nilai rata-rata siswa di Bumi Handayani. "Setelah Lebaran kami bakal menggelar pertemuan untuk membahas persoalan ini," kata dia.
Meski untuk tingkat kelulusan IPA dan IPS Gunungkidul berada di peringkat paling bawah, Kabupaten Gunungkidul berhasil mencetak prestasi dengan adanya siswi SMK Negeri 1 Wonosari jurusan Akuntansi yang meraih nilai tertinggi ujian nasional. "Untuk siswi bernama Virdiana Inggried Marwanti mampu bersaing dengan siswi dari kabupaten lain. Sedangkan hasil UNBK SMK, kami ada di urutan keempat se-DIY," katanya.
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Imam Taufik, mengungkapkan merosotnya nilai rata-rata UNBK siswa di Bumi Handayani perlu mendapat perhatian serius baik dari Pemerintah Pusat maupun daerah. Ia juga menyoroti kemampuan para pendidik yang belum maksimal. Dia mendesak kemampuan guru terus ditingkatkan. "Itu menjadi salah satu faktor agar peringkat Gunungkidul berubah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.