Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Salah satu adegan dalam pentas drama bertajuk Ronggolawe Makar, Mantra Penabur Cinta yang digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (18/5/2019)./Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, JOGJA—Memperingati 60 tahun berkarya, komunitas seni Sanggar Bambu menggelar pentas drama bertajuk Ronggolawe Makar, Mantra Penabur Cinta di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (18/5/2019). Pementasan yang berdekatan dengan serangkaian momentum Pemilu 2019 ini diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi hoaks politik.
Naskah Ronggolawe Makar diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Joko Santosa. Naskah ini digarap oleh lima sutradara dengan lima panggung.
Joko Santosa mengatakan kisah Ranggalawe Makar memiliki inti cerita tentang pemberontakan Ranggalawe terhadap pemilihan patih Majapahit yang dianggap tidak kompeten. Namun dibalik aksi makarnya, ada fenomena yang lebih besar lagi yaitu intrik politik adu domba oleh pesaing raja Majapahit, Tumenggung Joyonegoro, untuk merebut tahta. Ranggalawe pada akhirnya tewas dalam peperangan dengan kubu lawan.
Joko mengatakan meskipun berbeda zaman, kisah tersebut masih memiliki relevansi dengan kondisi politik di Indonesia saat ini. "Harapannya dengan kisah ini masyarakat tahu bahwa tindakan makar, saling serang atau people power tidak ada gunanya. Masyarakat jangan mudah terprovokasi dan lebih kritis lagi menilai suatu peristiwa politik. Di balik semua ini ada peristiwa yang lebih besar atau aktor yang menggerakkan," kata Joko.
Ketua Komunitas Sanggar Bambu, Totok Buchori, mengatakan ada sekitar 80 pemain yang berasal dari seluruh komunitas seni yang ada di Jogja andil dalam pementasan tersebut. “Pentas ini didukung teman-teman komunitas lain dengan persiapan hampir tiga bulan," kata Totok.
Menurutnya, ada yang unik dari pentas yang digelar selama dua jam tersebut. Menurutnya, lakon Ronggolawe Makar digarap oleh lima orang sutradara dengan bagian masing-masing dan ditampilkan dalam satu set utuh. Kelima sutradara tersebut masing-masing Jujuk Prabowo beserta asisten sutradara Ami Simatupang yang menggarap bagian zaman old, Luwi Darto menggarap zaman now, Lita Pauh menggarap monolog, serta Untung Basuki dan Fajar Suharno bagian narasi. “Ini merupakan kado istimewa bagi ulang tahun Sanggar Bambu, sebuah pentas drama yang unik menandai 60 tahun Sanggar Bambu berkarya,” kata Totok Buchori kepada Harian Jogja.
Totok berharap di usia yang sudah lebih dari setengah abad, Sanggar Bambu dapat terus memberikan kontribusi di dunia kesenian Indonesia. “Tidak hanya seni teater tetapi juga seni-seni lainnya karena Sanggar Bambu merupakan komunitas seniman lintas genre, seperti sastra, seni rupa, dan musik,” kata Totok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Tips ikut lelang mobil bekas agar tidak boncos, mulai dari menyiapkan anggaran, menentukan batas penawaran, hingga memahami kondisi kendaraan.
Stephen Chow mengungkap perbedaan utama Kung Fu Soccer dan Shaolin Soccer. Film terbaru ini mengangkat isu stereotip gender, diskriminasi usia, dan kesehatan me
Kemensos menargetkan lebih dari 150 ribu siswa masuk Sekolah Rakyat pada 2027. Program ini difokuskan untuk anak kurang mampu, putus sekolah, dan anak jalanan d
UMKM di Sleman menyerap 366.378 tenaga kerja hingga Mei 2026. Kapanewon Depok menjadi wilayah dengan jumlah pekerja dan unit usaha terbanyak, didukung aktivitas
Analisis APK mengungkap indikasi fitur baru ChatGPT yang memungkinkan pengguna membuat stiker WhatsApp langsung dari perintah teks. OpenAI belum memberikan konf