KPK Periksa Nusron Wahid 5 Jam, Dalami Dugaan Setoran di Kementerian ATR BPN
KPK mendalami dugaan setoran rutin dan penerimaan uang oleh orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam pemeriksaan selama lima jam.
Salah satu adegan dalam pentas drama bertajuk Ronggolawe Makar, Mantra Penabur Cinta yang digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (18/5/2019)./Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, JOGJA—Memperingati 60 tahun berkarya, komunitas seni Sanggar Bambu menggelar pentas drama bertajuk Ronggolawe Makar, Mantra Penabur Cinta di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (18/5/2019). Pementasan yang berdekatan dengan serangkaian momentum Pemilu 2019 ini diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi hoaks politik.
Naskah Ronggolawe Makar diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Joko Santosa. Naskah ini digarap oleh lima sutradara dengan lima panggung.
Joko Santosa mengatakan kisah Ranggalawe Makar memiliki inti cerita tentang pemberontakan Ranggalawe terhadap pemilihan patih Majapahit yang dianggap tidak kompeten. Namun dibalik aksi makarnya, ada fenomena yang lebih besar lagi yaitu intrik politik adu domba oleh pesaing raja Majapahit, Tumenggung Joyonegoro, untuk merebut tahta. Ranggalawe pada akhirnya tewas dalam peperangan dengan kubu lawan.
Joko mengatakan meskipun berbeda zaman, kisah tersebut masih memiliki relevansi dengan kondisi politik di Indonesia saat ini. "Harapannya dengan kisah ini masyarakat tahu bahwa tindakan makar, saling serang atau people power tidak ada gunanya. Masyarakat jangan mudah terprovokasi dan lebih kritis lagi menilai suatu peristiwa politik. Di balik semua ini ada peristiwa yang lebih besar atau aktor yang menggerakkan," kata Joko.
Ketua Komunitas Sanggar Bambu, Totok Buchori, mengatakan ada sekitar 80 pemain yang berasal dari seluruh komunitas seni yang ada di Jogja andil dalam pementasan tersebut. “Pentas ini didukung teman-teman komunitas lain dengan persiapan hampir tiga bulan," kata Totok.
Menurutnya, ada yang unik dari pentas yang digelar selama dua jam tersebut. Menurutnya, lakon Ronggolawe Makar digarap oleh lima orang sutradara dengan bagian masing-masing dan ditampilkan dalam satu set utuh. Kelima sutradara tersebut masing-masing Jujuk Prabowo beserta asisten sutradara Ami Simatupang yang menggarap bagian zaman old, Luwi Darto menggarap zaman now, Lita Pauh menggarap monolog, serta Untung Basuki dan Fajar Suharno bagian narasi. “Ini merupakan kado istimewa bagi ulang tahun Sanggar Bambu, sebuah pentas drama yang unik menandai 60 tahun Sanggar Bambu berkarya,” kata Totok Buchori kepada Harian Jogja.
Totok berharap di usia yang sudah lebih dari setengah abad, Sanggar Bambu dapat terus memberikan kontribusi di dunia kesenian Indonesia. “Tidak hanya seni teater tetapi juga seni-seni lainnya karena Sanggar Bambu merupakan komunitas seniman lintas genre, seperti sastra, seni rupa, dan musik,” kata Totok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mendalami dugaan setoran rutin dan penerimaan uang oleh orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam pemeriksaan selama lima jam.
Bank Jateng kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan dalam ajang Solo Raya Impact Awards (SRIA) 2026
Timnas Malaysia tanpa pemain JDT untuk menghadapi China dan Yaman. Tan Cheng Hoe menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
Macklemore menyebut sembilan arena besar di AS menolak tur amal Free Palestine. Penolakan itu memicu kritik terhadap industri musik.
Jadwal MotoGP Qatar 2026 Sabtu 7 November, mulai FP2, kualifikasi hingga Sprint Race pukul 23.00 WIB di Sirkuit Lusail.
Tesla berencana menghentikan produksi Cybertruck di Texas pada 2027. Penjualan turun 28% dan kapasitas pabrik dialihkan untuk Cybercab.