Ambulans milik Puskesmas Mlati II, Kabupaten Sleman saat uji emisi, Selasa (9/4/2019)./Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menyiagakan petugas medis dan peralatan pendukung selama 24 jam baik untuk penanganan gawat darurat maupun penanganan biasa terhitung mulai H-4 sampai H+4 Lebaran. Sebanyak 25 puskesmas, 10 di antaranya 10 puskesmas rawat inap siap menerima pasien.
Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo, memastikan pelayanan kesehatan di Bumi Sembada tetap berjalan meski memasuki libur Lebaran. "Kami menyiapkan 28 rumah sakit yang siaga selama 24 jam. Untuk puskesmas ada 25 puskesmas yang siaga 24 jam mulai H-4 hingga H+4 untuk menangani kejadian darurat," ujar Joko, Minggu (2/6).
Joko mengatakan jajarannya memastikan seluruh sarana dan prasarana kesehatan dalam keadaan siap melayani pasien, termasuk mobil ambulans. Dinkes juga menyediakan Layanan Darurat Sleman atau Sleman Emergency Services (SES), terutama untuk pelayanan gawat darurat, serangan jantung, kecelakaan, serta bersalin.
Terkait dengan insiden kecelakaan, Joko mengatakan kecelakaan lalu lintas tidak hanya bisa menimpa warga Sleman, tetapi juga warga luar Sleman. Oleh karena itu, Dinkes juga memberikan pelayanan maksimal kepada warga luar Sleman. "Untuk pembiayaan, kalau kecelakaan tunggal Jasa Raharja tidak menanggung pembiayaan. Untuk kecelakaan yang melibatkan pihak kedua, Jasa Raharja bisa menanggungnya," katanya.
Terkait dengan persalinan, layanan SES menggandeng Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) dan RS PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif). Joko mengatakan, untuk layanan SES masyarakat bisa menghubunginya nomor 0274 8609000 atau 08112668900 dan tidak dipungut biaya. "Kalau ada kejadian masyarakat bisa menghubungi nomor tersebut dan nantinya call center akan menghubungi layanan kesehatan terdekat," kata Joko.
Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan Pemkab Sleman juga bakal menyiapkan posko monitoring dan pengendalian di Foodcourt Denggung dengan 25 personel dari Dinas Perhubungan Sleman. "Ada juga pos terminal pendukung di Terminal Pakem, Terminal Prambanan, Terminal Gamping, dan Terminal Condongcatur dengan personel masing-masing dua orang," kata Sri Purnomo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.