Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Anggota Kelompok Budidaya Bandeng Jaya dan sebuah ekskavator sedang melakukan proses penimbunan bangkai ikan di Laguna Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Rabu (12/6/2019). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO--Ribuan ikan yang mati di Laguna Pantai Trisik, Kecamatan Galur, akhirnya dikuburkan pada Rabu (12/6/2019) pagi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit yang berasal dari bangkai ikan.
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Sugiharto mengatakan, keberadan bangkai ikan dikhawatirkan memunculkan lalat pembawa penyakit. Jika dibiarkan lalat-lalat ini bisa sampai ke permukiman warga yang tak jauh dari laguna.
"Dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan masyarakat, ini juga untuk mengurangi bau yang ditimbulkan bangkai ikan," kata Sugiharto, di sela-sela proses penguburan bangkai ikan di Laguna Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Rabu pagi.
Proses penguburan bangkai yang telah membusuk ini dibantu sebuah ekskavator dan sejumlah anggota Kelompok Budidaya Bandeng Jaya. Alat berat itu menggali beberapa lubang di tepi barat laguna. Sementara para anggota kelompok menyisir bangkai ikan dari tengah laguna ke dekat ekskavator. Kemudian ikan dimasukkan ke dalam lubang dan ditimbun material pasir. Karena menggunakan bantuan alat, proses itu diperkirakan dapat selesai hari ini juga.
Sugiharto mengatakan setelah proses ini rampung, pihaknya akan berkomunikasi dengan para petambak untuk mencari solusi ihwal pengelolaan limbah tambak yang diduga mencemari laguna. Kemungkinan aktivitas pembuangan limbah bakal diberhentikan sementara waktu hingga air di laguna kembali bersih.
"Nanti akan kami komunikasikan, apakah pembuangan limbah akan sementara dihentikan atau tidak. Sebab tambak juga perlu membersihkan kolam dengan cara membuang limbah demi kesehatan udang," katanya.
Sejauh ini DKP masih sebatas mengimbau kepada para petambak agar tidak membuang limbah ke laguna. Petambak juga diminta membuat bak khusus penampung limbah. "Sebelum dibuang harus diolah dulu di dalam bak. Biar airnya netral dan tidak mencemari Laguna," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial aman usai diduga mendapat serangan oknum suporter setelah laga kontra PSM Makassar.